BABV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan, dapat disimpulkan hal mengenai Pola Penggunaan Obat Diabetes Mellitus Tipe 2 dengan Komplikasi Hipertensi di Instalasi Rawat Inap RSUD Pandan Arang Boyolali 2018 sebagai berikut : 1.
ContohDaftar Isi Makalah - Daftar isi adalah bagian dari sebuah makalah, laporan, maupun skripsi yang menjabarkan tema pembahasan sebuah makalah halaman per halaman atau tiap bab. Peran sebuah daftar isi sangatlah penting dalam pembuatan makalah. Karena, dengan daftar isi dapat memudahkan pembaca untuk mencari sebuah topik utama atau materi apa yang dibahas dalam tiap halaman.
PadaDiabetes Mellitus, kemampuan tubuh untuk bereaksi terhadap insulin dapat menurun, atau pankreas dapat menghentikan sama sekali produksi insulin. Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) adalah kelainan pada metabolisme karbohidrat dari faktor yang memberatkan yang terjadi selama kehamilan (Marilyn, 2001). Diabetes Mellitus Gestational adalah
24KESIMPULAN DAN SARAN. Diabetes adalah suatu sindrom metabolism yang disebabkan oleh resistensi. insulin dan defisiensi insulin. Insidens dan prevalensi diabetes mellitus makin. meningkat yang didahului oleh berbagai factor resiko penyakit kardiovaskular. yang pada dasarnya diawali oleh resistensi insulin.
Treatmentof diabetes mellitus. According to WHO data in the world, the prevalence of diabetes mellitus is projected to increase 2.8% in 2000 to 4.4% by 2030. (Lawsonia inermis L.) dan Gambaran Histologi Pankreas pada Mencit yang Diinduksi Streptozotocin. 2018. Fazrina Zahara. Download Download PDF. Full PDF Package Download Full PDF
. 1. Pengetahuan mayoritas masyarakat masih dalam kategori sedang dan kurang maka, sebaiknya program-program penyuluhan perlu ditingkatkan kepada pasien yang mengunjungi Poli-Endokrinologi bagi tujuan kontrol. 2. Petugas kesehatan harus menjelaskan kepada pasien segala persoalan yang timbul mengenai diet DM dan ini pasti akan membantu pasien supaya lebih memahami kepentingan diet DM. 3. Mahasiswa calon dokter harus memperlengkapkan diri dengan informasi yang sepatutnya dan fakta-fakta tersebut haruslah diperoleh dari sumber-sember yang valid dan berpandukan evidance based. Mahasiswa haruslah mengikuti perkembangan semasa mengenai diet DM supaya dapat memberikan saranan yang sepatutnya kepada pasien. 4. Pasien perlu mendapatkan keterangan mengenai diet DM dari sumber yang boleh kata lain dokter merupakan pilihan yang tepat karena tidak semua fakta yang diperoleh dari teman atau tetangga itu sebaiknya dapatkan informasi dari petugas kesehatan yang lebih mengetahui tentang penyakit DM. DAFTAR PUSTAKA Barclay L, 2010. Diabetes Diagnosis & Screening Criteria Reviewed. Available from http//www. [Accessed 14 April 2010] Bajaj. JS,1983. Malnutrition Diabetes-Pre Federation Post Graduate Course on Diabetes Mellitus in General Medicine, Bangkok. Bare & Suzanne, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, Volume 2, Edisi 8, EGC Jakarta. Corwin,. J. Elizabeth, 2001, Patofisiologi, EGC, Jakarta Haznam, MW. 1996. Kepatuhan Berobat pada Diabetes Mellitus. Sub. Unit. Endokrinologi, Laboratorium/UPF Ilmu Penyakit Dalam FK Unpad / RSHS Bandung. Dalam Siregar, R. 2004. Pengaruh Penyuluhan Gizi. Fakultas Kedokteran Masyarakat Universitas Indonesia. Hiswani, 2001. Penyuluhan Kesehatan pada penderita Diabetes Mellitus. USU Repository, 2006. Available from [Accessed 15 April 2010] Hiswani,2010. Peranan gizi dalam Diabetes Mellitus. USU Repository, 2006. Available from International Diabetes Federation, 2008 Latest diabetes figures paint grim global picture. Available from paint-grim-global-picture. [Accessed 12 April 2010] . [Accessed 15 April 2010] International Diabetes Institute, 2004 Hypoglycemia fact sheet. Available from [Accessed 15 May 2010] Iwan S, 2010. Askep Klien dengan gangguan Sistem Endokrin Diabetes Mellitus. Available from [Accessed 15 April 2010] Notoadmojo, S., 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta PT. Rineka Cipta. 79-92, 112-115, 117-136. Pranadji DK. 1997. Perencanaan Menu untuk Diabetes Melitus. Jakarta Penebar Swadaya. Sastroasmoro, S., Gatot, D., Kadri, N., Pujiarto, 2008 Usulan Penelitian. Dalam Sastroasmoro, S., Ismael, S., Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi Ketiga. Jakarta Sagung Seto. 46-51 Setiabudi, 2008. Referensi Kesehatan-Diabetes Melitus. Available from [Accessed 10 April 2010] Waspada Online, 2009. Medan, Terbanyak Penderita Diabetes. Available from 5-medan-terbanyak-penderita-diabetes&catid=14medan&Itemid=27 [Accessed 2 April 2010] WHO 1974. Handbook of human nutritional requirements. WHO monograph series 61, Geneva. People Daily Online. Available from [Accessed 2 April 2010] Yaspelkis, Ben B., 2006. Resistance Training Improves Insulin Signaling and Action in Skeletal Muscle. Available from essr/Abstract/2006/01000/Resistance_Training_Improves_Insulin_Signaling_ [Accessed 10 April 2010] DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Baran Palanimuthu Tempat / Tanggal Lahir Selangor / 22 Maret 1987 Agama Hindu Alamat Blok 6,No 74,Tasbi II ,Medan Riwayat Pendidikan SRK Subang 1994-SD SMK Subang 2000-Sijil Pelajaran Malaysia SMK La Salle,PJ 2007-Sijil Tinggi Pelajaran Malaysia Kolej Sentral,Pahang 2007-Matrikulasi USU Riwayat Pelatihan Program Latihan Khidmat Negara 2006 Riwayat Organisasi Ahli Kelab Kebudayaan India Malaysia. LAMPIRAN LEMBAR PENJELASAN Salam sejahtera bagi kita semua, Saya, Baran Palanimuthu, mahasiswa semester VII Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, saat ini sedang melakukan penelitian yang berjudul “Tingkat Pengetahuan Diet Pasien Diabetes Mellitus di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam,RSUP Haji Adam Malik, Medan”. Seperti yang diketahui,penyakit Diabetes Mellitus merupakan antara penyakit yang mencatatkan prevalensi tertinggi bukan sahaja di negara maju,tetapi juga di negara yang sedang membangun. Penyakit yang digelar “the great immitator” ini merupakan faktor pencetus kepada penyakit lain yang bersifat membunuh contohnya penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, atau lain-lain penyakit sistemik selain memperburuk perjalanan penyakit yang sedia ada seperti infeksi dan lain-lain. Justeru, penatalaksanaan bagi penyakit ini tidak hanya meliputi pemberian obat-obatan Diabetes sahaja, tetapi kontrol diet juga amatlah penting bagi mempertahankan perjalanan penyakit supaya tidak menjadi parah. Penelitian saya akan meliputi sejauh mana masyarakat Medan sadar akan kepentingan diet Diabetes Mellitus serta komplikasinya. Penelitian Saya ini menggunakan lembaran pertanyaan dengan 3 pilihan jawaban yang sudah saya sediakan. Saya mengharapkan kerjasama dari Saudara/i untuk memberikan jawaban yang sebenar-benarnya sesuai dengan pertanyaan yang ada. Dengan menjawab pertanyaaan tersebut kita akan mengetahui tingkat pengetahuan diet pasien Diabetes Mellitus serta komplikasinya. Jawaban yang Saudara/i berikan hanya akan digunakan untuk kepentingan penelitian ini dan tidak akan disalahgunakan untuk maksud-maksud lain. Identitas Saudara/I tetap dirahasiakan dan tidak akan dituliskan atau disebarkan. Bila terjadi sesuatu atau ada yang ingin Saudara/i tanyakan dapat menemui atau menghubungi saya di Alamat Blok 6 , II No. Telepon / HP 081973124221 Keikutsertaan Saudara/i dalam penelitian ini sangat Saya harapkan. Partisipasi Saudara/i bersifat bebas dan tanpa ada paksaan. Saudara/i berhak untuk menolak berpartisipasi tanpa dikenakan sanksi apapun. Demikian penjelasan ini Saya sampaikan. Atas partisipasi dan kesediaan Saudara/i, Saya ucapkan terima kasih. Medan, ________________ 2010 LAMPIRAN SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN MENGIKUTI PENELITIAN INFORMED CONSENT Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama Umur Kelas Kelamin Setelah membaca/mendapatkan penjelasan dan saya memahami sepenuhnya tentang penelitian ini Judul Penelitian Tingkat pengetahuan diet pasien Diabetes Melitus serta komplikasinya di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik. Name Peneliti BARAN PALANIMUTHU Jenis Penelitian Deskriptif dengan pendekatan cross sectional Lokasi Penelitian Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik, Medan. Institusi yang melakukan Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Dengan ini saya menyatakan bersedia mengikuti dalam penelitian, Medan, ...2010 ____________________ Lampiran 2 KUISIONER JUDUL TAHAP PENGETAHUAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS SERTA KOMPLIKASINYA DI POLI-ENDOKRINOLOGI, DEPARTMEN ILMU PENYAKIT DALAM, RSUP HAJI ADAM MALIK, MEDAN. Saya adalah peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang tingkat pengetahuan pasien Diabetes Mellitus serta komplikasinya di Poli-Endokrinologi, Departmen Ilmu Penyakit Dalam, RSUP Haji Adam Malik, Medan. Untuk mendukung penelitian ini, saya menyebarkan kuisioner ini untuk mendapatkan data – data yang dibutuhkan untuk melakukan analisis. Oleh itu saya berharap kesedian setiap partisipan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar sesuai dengan nurani anda. Anda bebas memilih jawaban. Kerjasama partisipasi sangat dihargai. DATA RESPONDAN Nama Umur Jenis kelamin Perkerjaan Tingkat Pendidikan 1. Memakan terlalu banyak gula glukosa merupakan faktor utama Diabetes Mellitus A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 2. Diabetes Mellitus bisa menyebabkan ketajaman penglihatan berkurang . A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 3. Penyakit Diabetes Mellitus sudah pasti bisa diobati. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 4. Jika anda mengambil insulin pada pagi hari tetapi tidak memakan sarapan kadar gula darah anda akan menurun A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 5. Jus buahan yang tidak dicampur gula akan menaikkan kadar gula darah. A. YA B. TIDAK 6. Diabetes Mellitus adalah disebabkan kegagalan ginjal untuk mempertahankan gula tubuh glukosa dari urine. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 7. Diabetes Mellitus merupakan faktor utama yang menyebabkan badan seseorang penderita sangat penat walaupun hanya melakukan kerja yang ringan C. TIDAK PASTI 8. Tindakan terbaik untuk memeriksa kadar gula penderita Diabetes Mellitus adalah dengan periksa urine A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 9. Insulin merupakan hormon utama yang mengatur kadar gula darah. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 10. Kekurangan insulin atau penurunan dari kerja insulin menyebabkan kadar gula darah naik Diabetes Mellitus A. YA B. TIDAK 11. Makanan segera seperti Mie Instant mempunyai kalori yang lebih tinggi jika dibanding dengan semangkok nasi. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 12. Pasien Diabetes Mellitus dianjurkan meminum minuman penambah energi minuman isotonik. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 13. Berolahraga secara teratur akan meningkatkan kebutuhan insulin atau obat- obatan insulin sehari-hari. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 14. Menggeletar shaking dan berkeringat merupakan tanda peningkatan kadar gula darah. A. YA B. TIDAK C. TIDAK PASTI 15. Selalu BAK dan dahaga merupakan tanda dari kadar gula darah yang rendah. A. YA B. TIDAK PERTANYAAN 1 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 55 TIDAK PASTI 5 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 2 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 20 TIDAK PASTI 2 BENAR 53 Total 75 PERTANYAAN 3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 29 TIDAK PASTI 8 PERTANYAAN 3 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 29 TIDAK PASTI 8 BENAR 38 Total 75 PERTANYAAN 4 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 8 TIDAK PASTI 3 BENAR 64 Total 75 PERTANYAAN 5 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 57 TIDAK PASTI 4 PERTANYAAN 4 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 8 TIDAK PASTI 3 BENAR 64 Total 75 PERTANYAAN 6 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 56 TIDAK PASTI 4 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 7 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 24 TIDAK PASTI 26 PERTANYAAN 6 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 56 TIDAK PASTI 4 BENAR 15 Total 75 PERTANYAAN 8 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 36 TIDAK PASTI 6 BENAR 33 Total 75 PERTANYAAN 9 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 12 TIDAK PASTI 17 PERTANYAAN 9 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 12 TIDAK PASTI 17 BENAR 46 Total 75 PERTANYAAN 10 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 18 TIDAK PASTI 16 BENAR 41 Total 75 PERTANYAAN 11 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 9 PERTANYAAN 11 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 9 BENAR 17 Total 75 PERTANYAAN 12 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 36 TIDAK PASTI 9 BENAR 30 Total 75 PERTANYAAN 13 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 49 TIDAK PASTI 15 BENAR 11 Total 75 PERTANYAAN 14 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 45 TIDAK PASTI 5 BENAR 25 Total 75 PERTANYAAN 15 Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid SALAH 28 TIDAK PASTI 8 BENAR 39 Total 75 UMURNEW Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid 21-30 4 31-40 22 41-50 14 51-60 22 61-70 11 71-80 2 Total 75 TINGKAT PENGETAHUAN Frequency Percent Valid Percent Cumulative Percent Valid KURANG 26 SEDANG 43 BAIK 6 Total 75 JENIS KELAMIN RESPONDEN * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation Count TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK JENIS KELAMIN RESPONDEN LAKI-LAKI 16 22 5 43 PEREMPUAN 10 21 1 32 Case Processing Summary N % Cases Valid 75 Excludeda 0 .0 Total 75 a. Listwise deletion based on all variables in the procedure. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .707 15 UMURNEW * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation Count TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK UMURNEW 21-30 1 3 0 4 31-40 8 11 3 22 41-50 6 8 0 14 51-60 7 12 3 22 61-70 4 7 0 11 71-80 0 2 0 2 Total 26 43 6 75 TINGKAT PENDIDIKAN * TINGKAT PENGETAHUAN Crosstabulation TINGKAT PENGETAHUAN Total KURANG SEDANG BAIK TINGKAT PENDIDIKAN SD 5 4 0 9 SMP 8 11 0 19 SLTA 6 3 0 9 SMA 7 14 0 21 S-1 0 11 6 17 Total 26 43 6 75
Universitas Sumatera Utara BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulan penelitian ini adalah 1. Nilai MPV lebih tinggi pada pasien dengan nilai HBA1c ≥6 atau DM tidak terkontrol dengan nilai HBA1c pasien 6 atauDM terkontrol ± fL. 2. Nilai MPV lebih tinggi pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 yang memiliki komplikasi lebih dari 2,dengan nilai MPV fL. 3. Pada penelitian ini, nilai MPV pada pasien yang telah menderita DM tipe 2 kurang dari tiga tahun fL, yang menderita selama tiga sampai lima tahun, nilai MPV fL, sedangkan yang menderita DM Tipe 2 lebih dari lima tahun memiliki nilai MPV fL. 4. Nilai MPV pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan adanya ulkus lebih tinggi dari pasien dengan tanpa ulkus fL. 5. Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP. Haji Adam Malik Medan, mayoritas berjenis kelamin perempuan berusia 31-60 tahun bertempat tinggal di Medan berpendidikan tamat SLTA 6. Komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2 yang paling banyak terjadi di RSUP. Haji Adam Malik Tahun 2014 adalah neuropati Saran Berdasarkan hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini, maka peneliti menyampaikan beberapa saran sebagai berikut 1. Rekam medis sebaiknya ditulis dengan lengkap dan melampirkan hasil pelaporan pemeriksaan dan follow up, serta informasi-informasi penting lainnya sehingga memudahkan dalam pengolahan data. 2. Karena penelitian ini adalah penelitian deskriptif, diharapkan adanya penelitian lebih lanjut mengenai nilai MPV pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan tingkatan yang lebih tinggi, yaitu penelitian analitik. Universitas Sumatera Utara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Diabetes Melitus Definisi Menurut America DiabetesAssociation ADA tahun 2012, Diabetes Melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau tersebut berhubungan dengan kerusakan jangka panjang, disfungsi, dan kegagalan berbagai organ terutama mata, ginjal, saraf, jantung, dan pembuluh darah. Diagnosis DM menurut ADA jika hasil pemeriksaan gula darah - Kadar gula darah sewaktu lebih atau sama dengan 200 mgdl. - Kadar gula puasa lebih atau sama dengan 126 mgdl. - Kadar gula darah lebih atau sama dengan 200 mgdl pada 2 jam setelah beban glukosa pada tes toleransi glukosa ADA,2012. Klasifikasi Klasifikasi Diabetes Mellitus berdasarkan PERKENI 2011 terbagi atas PERKENI,2011 a. Diabetes Melitus tipe-1 artinya bahwa terjadi defisiensi insulin absolute akibat destruksi sel beta yang penyebabnya dapat autoimun maupun idiopatik. b. Diabetes Melitus tipe-2 artinya defisiensi insulin relatif yang terjadi akibat defek sekresi insulin lebih dominan daripada resistensi insulin atau sebaliknya, yakni resistensi insulin lebih dominan daripada defek sekresi insulinnya. c. Diabetes Melitus tipe lain d. Diabetes Melitus kehamilan gestasional, terjadi ketika tubuh tidak dapat membuat dan menggunakan seluruh insulin selama kehamilan. Universitas Sumatera Utara Faktor Risiko Menurut Suyono 2007, beberapa faktor DM, antara lain a. Faktor keturunan b. Faktor kegemukan IMT 25 kgm². - Perubahan gaya hidup dari tradisional ke gaya hidup barat. - Konsumsi makanan berlebihan - Kurang pergerakan c. Faktor demografi - Jumlah penduduk meningkat - Urbanisasi - Penduduk berumur diatas 40 tahun meningkat d. Kurang gizi Patogenesis Terjadinya Komplikasi Vaskular Kelebihan gula darah memasuki sel glomerulus melalui fasilitas glucose transporter GLUT, mengakibatkan peningkatan beberapa mekanisme seperti jalur poliol, jalur heksosamin, jalur Protein Kinase C PKC, dan penumpukan zat yang disebut sebagai advanced glcation endproducts AGEs. Suwitra, 2006 a. Peningkatan jalur poliol Banyak sel memiliki aldosa reduktase, yaitu, suatu enzim yang mengubah aldoheksosa, contohnya glukosa, menjadi alkohol jalur menyebabkan substrat untuk enzim ini bertambah. Kelebihan sorbitol yang diproduksi dari reaksi ini tidak dapat keluar dari sel dan dapat menyebabkan stress osmotik Suwitra,2006. b. Peningkatan jalur heksosamin Diduga berperan menyebabkan resistensi insulin karena terjadi pengalihan glukosa melalui jalur diduga berperan dalam penyakit mikrovaskular karena jalur ini menghasilkan substrat yang dapat menambah kerusakan vaskular Suwitra,2006. c. Pengaktifan jalur Protein Kinase C PKC Universitas Sumatera Utara Terjadi pengaktifan PKC yang tidak sesuai karena adanya peningkatan diacylglycerol DAG yang selanjutnya mengaktifkan beberapa isoform ini dapat mempengaruhi aliran darah dan mengubah permeabilitas endotel Suwitra, 2006. d. Pembentukan AGEs Pembuluh darah pengidap diabetes memperlihatkan akumulasi protein- protein AGE dan hal ini dapat menyebabkan pelepasan sitokin jika berikatan dengan makrofag dimana hal ini dapat mempengaruhi proliferasi dan fungsi vaskular Suwitra, 2006. Patofisiologi Pada DM tipe 2 terjadi dua defek fisiologi, yaitu kegagalan sekresi insulin dan resistensi kerjanya pada jaringan sasaran. Powers, 2010 • Kegagalan sekresi insulin, yaitu berhubungan dengan sensifitasnya. Pada DM tipe 2, mulanya sekresi insulin meningkat sebagai respon terhadap resistensi insulin untuk mempertahankan glukosa normal. Selain itu, diperkirakan bahwa ada kelainan pada gen yang mengakibatkan kegagalan sel beta pankreas untuk mensekresi insulin. • Resistensi insulin, ialah penurunan kemampuan insulin untuk bekerja secara efektif pada jaringan sasaran khususnya otot, hati, lemak. Hal ini merupakan kombinasi dari genetik dan obesitas. Resistensi insulin adalah relatif, akan tetapi karena jumlah insulin yang beredar lebih banyak dari biasanya, akhirnya dapat menormalkan kadar glukosa plasma. Namun lama-kelamaan, produksi insulin semakin berkurang dan ditambah adanya resistensi insulin akhirnya mengakibatkan kegagalan penggunaan glukosa oleh jaringanyang bergantung insulin serta akan terjadi peningkatan produksi produksi glukosa oleh hati. Keadaan ini mengakibatkan hiperglikemia. Mekanisme yang mengakibatkan terjadinya resistensi insulin belum dapat dijelaskan. Universitas Sumatera Utara Diagnosa Menurut PERKENI 2011, berbagai keluhan dapat ditemukan pada penyandang diabetes. Kecurigaan adanya DM perlu dipikirkan apabila terdapat keluhan klasik DM seperti di bawah ini • Keluhan klasik DM berupa poliuria, polidipsi, polifagia, dan penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan sebabnya. • Keluhan lain dapat berupa lemah badan, kesemutan, gatal, mata kabur, dan disfungsi ereksi pada pria, serta pruritus vulvae pada wanita. Diagnosa DM dapat ditegakkan melalui tiga cara • Jika keluhan klasik ditemukan, maka pemeriksaan glukosa plasma sewaktu 200 mgdL sudah cukup menegakkan diagnosis DM. • Pemeriksaan glukosa plasma puasa ≥ 126 mgdL dengan adanya keluhan klasik. • Tes toleransi glukosa oral TTGO. Meskipun TTGO dengan beban 75 g glukosa lebih sensitive dan spesifik dibanding dengan pemeriksaan glukosa plasma puasa, namun pemeriksaan ini memiliki keterbatasan tersendiri. TTGO sulit untuk dilakukan berulang-ulang dan dalam praktek sangat jarang dilakukan karena membutuhkan persiapan khusus. Komplikasi Menurut Price dan Wilson 2002, komplikasi – komplikasi diabetes melitus dapat dibagi menjadi dua kategori mayor 1 komplikasi metabolik akut, dan 2 komplikasi-komplikasi vaskular jangka panjang. 1. Komplikasi Metabolik Akut Komplikasi metabolik diabetes disebabkan oleh perubahan yang relatif akut dari konsentrasi glukosa plasma. Apabila kadar insulin sangat menurun, pasien mengalami hiperglikemia dan glukosuria berat, penurunan lipogenesis, peningkatan lipolisis dan peningkatan oksidasi asam lemak bebas disertai pembentukan badan keton. Peningkatan keton dalam plasma mengakibatkan produksi keton meningkatkan beban ion hidrogen dan asidosis dan Universitas Sumatera Utara ketonuria yang jelas juga dapat mengakibatkan dieresis osmotik dengan hasil akhir dehidrasi dan kehilangan dapat menjadi hipotensi dan mengalami syok. Akhirnya, akibat penurunan penggunaan oksigen otak, pasien akan mengalami koma dan meninggal. 2. Komplikasi Kronik Komplikasi vaskular jangka panjang dari diabetes melibatkan pembuluh- pembuluh kecil mikroangiopati dan pembuluh-pembuluh sedang dan besar merupakan lesi spesifik diabetes yang menyerang kapiler dan arteriola retina retinopati diabetik, glomerulus ginjal nefropati diabetik dan saraf-saraf perifer neuropati diabetik, dan otot-otot serta diabetik mempunyai gambaran histopatologis berupa dari gangguan biokimia yang disebabkan oleh insufisiensi insulin dapat menjadi penyebab jenis penyakit vaskular ini. Gangguan-gangguan ini berupa 1 penimbunan sorbitol dalam intima vaskular, 2 hiperlipoproteinemia, dan 3 kelainan pembekuan darah. Pada akhirnya, makroangiopati diabetik ini akan mengakibatkan penyumbatan vaskular. Trombosit
kesimpulan dan saran diabetes melitus