Mengingatada hak bocah dua tahun dalam warisan Vanessa Angel, ibunya. "Saya siap, tapi sesudah inkrah," kata Haji Faisal. Vanessa Angel dan Gala Sky [Instagram] Tim pengacara Haji Faisal yang lain, Kriss menambahkan, hal tersebut juga akan diurus. Namun seperti yang disebutkan klienya, semuanya akan bergerak setelah inkrah. 3465 Kamar Asrama Haji Siap Jadi Ruang Isolasi Pasien Corona. Government Action. Kamis, 24 Juni 2021 17:27 WIB. Wamenag Zainut Tauhid Saadi saat meninjau Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (24/6). (Foto: Ist) CalonJamaah Haji sontak berbondong-bondong menghampiri kantor Arminareka Perdana di bilangan Bekasi & Jakarta Pusat untuk memastikan mereka masuk ke dalam quota Haji 2022 Arminareka Perdana. Baca Juga: 281 Jemaah Haji NTT Masuk Asrama Haji Embarkasi Surabaya. “Di awal Juni, kami memberangkatkan 2 kloter Jamaah Haji, nanti Bulan Calon haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci bertambah menjadi enam orang setelah seorang anggota jamaah dari daerah Embarkasi Solo meninggal dunia di Kota Madinah, Arab JAKARTA Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, resmi difungsikan sebagai rumah sakit darurat Covid-19.. Presiden Joko Widodo mengatakan, RS darurat tersebut akan mulai beroperasi pada Sabtu (10/7/2021). "Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Rumah Sakit Wisma Haji bisa dioperasionalkan besok pagi," kata Jakarta IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo meminta RS COVID Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, bisa mulai digunakan pada Kamis, 8 Juli 2021. Sejumlah persiapan juga pun digenjot. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian . Jakarta - Tidak semua dokter punya kesempatan untuk bergabung menjadi petugas kesehatan jemaah haji Indonesia. Tapi Dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM termasuk beruntung, karena ia sudah 3 kali menjadi dokter haji. Untuk melayani pasien haji, Dr Iris punya Dr Iris melayani pasien haji di Tanah Suci ada tantangan tersendiri. Kondisi fisik, aktivitas yang tinggi dan cuaca yang kadang tidak bersahabat membuat siapa pun yang sedang di Tanah Suci menjadi rentan dari pengalamannya menjadi dokter haji di tahun 2000, 2002 dan 2007, Dr Iris jadi tahu bagaimana melayani pasien jemaah haji. Menurutnya hal yang paling penting adalah harus ikhlas dalam melayani pasien jemaah haji. "Kuncinya adalah harus sabar dan ikhlas karena kita juga disana capek, jadi jangan sampai mengeluh. Meski capek tetap harus senyum, karena kita sebagai satu bangsa yang sedang ada di negara orang harus saling bantu membantu, dengan sabar dan ikhlas kita jadi bisa berbagi dan memahami perasaan orang lain," ujar Dr Iris saat ditemui detikHealth di Aula FKUI seperti ditulis Senin 19/9/2011.Salah satu pengalaman yang paling mengesankan selama bertugas menjadi dokter haji adalah pada tahun 2002 di Madinah. Ketika itu ada salah satu jemaah haji Indonesia yang diketahui menderita TBC dan orang Arab sangat takut karena penyakit ini bisa menular. Karenanya pasien itu dikarantina dan hanya boleh keluar saat melakukan kegiatan haji yang penting saja setelahnya langsung dipulangkan."Disana ada gedung khusus untuk penyakit menular jadi dikarantina disitu, itu kasian sekali karena sebenarnya bisa dirawat di BPHI Balai Pengobatan Haji Indonesia tapi oleh pemerintah Arab Saudi tidak boleh," ungkap Dr Iris yang pernah menjadi Dokter Teladan Jakarta Selatan Iris mengingatkan bahwa cek kesehatan adalah hal yang sangat penting. Selain itu diperlukan kerjasama yang baik dengan dokter-dokter yang ada disana sehingga bisa saling bahu Dr Iris penyakit yang umumnya paling banyak dikeluhkan jemaah haji adalah saluran napas seperti batuk dan flu. Menurutnya sampai ada istilah hanya unta saja yang tidak kena flu. Karenanya diperlukan penyuluhan seperti banyak minum air putih, kurangi yang manis- manis dan kalau perlu gunakan haji bagi Dr Iris yang baru menjadi mualaf pada tahun 1992 sangatlah panjang, ia terlahir dari orangtua yang berbeda agama. Hidayah yang didapatkannya pun tidak mudah, tapi melalui proses salah satunya dari sang suami yang kebetulan seorang muslim."Pertama kali ditawarkan untuk dokter di sana waktu saya kerja di RS Haji Jakarta, tapi waktu itu saya tidak siap karena saya belum siap memakai kerudung dan awalnya memang tidak pernah mau siap," ujar ibu yang memiliki 4 anak masa tugasnya di RS Haji selesai yaitu pada tahun 1997, ia harus kembali ke RSCM dan mengambil spesialis internis penyakit dalam. Saat itu ia pun ditawarkan kembali untuk naik haji bahkan temannya sudah mengambilkan formulir untuknya."Tapi saat itu saya enggak masukin formulirnya karena saya masih merasa belum siap dan hal seperti itu kan tidak bisa dipaksa," ujar dokter berkacamata yang lahir di Jakarta, 29 Juni 1958 Iris pun berusaha memperdalam pengetahuannya dengan mengikuti berbagai pengajian dan kajian-kajian, ia pun banyak mendapatkan pengetahuan dengan akhirnya pada tahun 2000 ia merasa sekaranglah waktunya dan ia ingin mencoba. Hal ini karena sebelumnya ia sudah pernah melakukan umrah sehingga sudah ada bayangan bagaimana suasana di sana dan baru tergerak untuk naik Iris naik haji melalui tugas dari RSCM sebagai dokter kloter Jakarta Utara untuk 450 jemaah haji selama 47 hari, kemudian tahun 2002 ia kembali menjadi Kepala Balai Pengobatan Haji Indonesia BPHI di Madinah selama 70 tahun 2007 saat Dr Iris tengah mentok atau mumet dengan penelitian S3, ia pun dapat tawaran untuk melakukan penelitian tentang imuno modulator selama 40 hari di Tanah Suci."Hal yang penting sebagai dokter haji adalah harus ikhlas melayani pasien, karena dengan ikhlas maka semua jalan akan menjadi lancar dan banyak hal-hal yang diberikan kemudahan," ujar Dr Dokter Sejak KecilMenjadi dokter sudah menjadi cita-cita Dr Iris sejak masih kecil, kebetulan kedua orangtuanya memang dokter sehingga motivasinya semakin tergerak. Selain itu hasil psikotes saat SMA menunjukkan pekerjaan yang cocok untuknya adalah dokter, sehingga ia pun mencoba masuk kedokteran dan ternyata ilmu alergi imunologi yang kini digelutinya merupakan dorongan dari sang ayah Prof Dr dr Karnen Garna Baratawidjaja SpPD KAI FAAAAI yang juga seorang internis alergi imunologi, sehingga Dr Iris pun mengikuti jejak beliau."Kepuasan saya cuma ada 1 yaitu ketika melihat pasien menjadi lebih baik, dalam arti ia bisa mengontrol penyakitnya karena penyakit alergi itu tidak bisa sembuh, tapi dengan edukasi, pengobatan dan terapi bisa membantu mengontrol penyakit tersebut," ungkap dokter yang pernah berpraktik di RS Haji Iris mengungkapkan penyakit yang biasa ditemuinya seperti asma pilek, eksim dan seputar alergi lainnya yang merupakan penyakit kronis. Ia berusaha memotivasi pasien supaya mengerti tentang penyakitnya sehingga pasien mau minum obat serta kontrol secara teratur, dan itu bukan hal yang mudah."Karenanya kalau saya melihat pasien bisa menjadi lebih baik, maka itu jadi kepuasan tersendiri bagi saya dibandingkan dengan uang yang kita terima," ujar dokter yang merupakan anak sulung dari 4 bersaudara Dr dr Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIMTempat Tanggal Lahir Jakarta, 29 Juni 1958PendidikanKuliah S-1 Kedokteran FKUI 1977-1983Konsultan Alergi Imunologi di FKUI 1994-2000Gelar Doktor di bidang Biologi dari IPB pada Juli 2009PekerjaanStaf pengajar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Divisi Alergi Imunologi Klinik, FKUI/ Departemen Penyakit Dalam Divisi Alergi ImunologiKlinik alergi di Jl SisingamangarajaPoli alergi di RS Pondok IndahOrganisasiAnggota Ikatan Dokter Indonesia IDIAmerican College of Alergy sthma and Immunology ACAAIPerhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia PAPDI ver/ir JAKARTA, - Presiden Joko Widodo mengatakan, proses alih fungsi Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, sebagai rumah sakit darurat Covid-19 hanya membutuhkan waktu lima hari. Hal itu ia sampaikan saat meresmikan pengoperasian Asrama Haji Pondok Gede sebagai RS darurat Covid-19, Jumat 9/7/2021."Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, beserta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dalam waktu lima hari untuk menyiapkan wisma haji dikonversi menjadi rumah sakit," kata Jokowi di lokasi. Baca juga Mulai Besok, Asrama Haji Pondok Gede Difungsikan sebagai RS Darurat Covid-19 Jokowi menyebut, proses pengalihfungsian Asrama Haji sebagai rumah sakit darurat Covid-19 sudah mencapai 99 persen. Ia memastikan seluruh peralatan rumah sakit, penggantian AC, hingga pembangunan lift untuk pasien sudah siap dioperasikan. "Sehingga besok pagi Rumah Sakit Wisma Haji ini sudah bisa dioperasionalkan," ujarnya. Jokowi pun mengajak para mahasiswa, pemuda-pemudi, ibu-ibu PKK, hingga para kader Posyandu menjadi relawan penanganan mengatakan, para dokter, tenaga kesehatan, ASN, TNI, dan Polri sudah bekerja keras dari pagi hingga malam untuk menangani pandemi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pihak bekerja sama untuk menekan laju penularan virus corona. "Akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan relawan-relawan dari seluruh komponen masyarakat sehingga penanganan Covid-19 ini bisa kita tangani dengan sebaik-baiknya," kata Jokowi. Baca juga Jokowi Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di DKI dan Sekitarnya Untuk diketahui, kasus Covid-19 di Indonesia terus melonjak tajam beberapa waktu terakhir. Hal itu menyebabkan angka keterisian tempat tidur di rumah sakit meningkat drastis. Data terbaru pemerintah menunjukkan, terjadi penambahan kasus baru Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam, terhitung sejak Rabu 7/7/2021 hingga Kamis 8/7/2021 pukul Angka itu merupakan yang tertinggi sejak pandemi terjadi di Tanah Air. Penambahan tersebut menyebabkan total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai orang, sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. JAKARTA, - Sejak 10 Juli 2021, Rumah Sakit Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timut telah beroperasi sebagai rumah sakit cadangan untuk menangani pasien Covid-19. RS Wisma Haji memiliki daya tampung 900 kamar. Rencananya, juga akan dibangun 50 kamar baru, sehingga nanti akan ada 950 tempat tidur itu, di RS Asrama Haji, Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan tenaga kesehatan sebanyak 350 orang yang berasal dari seluruh daerah dengan 78 spesialis. Baca juga Apresiasi Asrama Haji Jadi RSD Covid-19, Anggota DPR Harap Tak Ada Lonjakan Untuk mendapatkan perawatan di RS Asrama Haji Pondek Gede, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir dalam situs resmi Kemenag mengatakan bahwa pasien Covid-19 harus terlebih dahulu mengisi aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi Nasional atau Sisrutenas. Aplikasi ini hanya dimiliki oleh Puskesmas atau Rumah Sakit. Sehingga, pasien harus mengunjungi RS atau Puskesmas terlebih dahulu untuk mendapatkan rujukannya. "Melalui aplikasi Sisrutenas yang diisi oleh rumah sakit atau puskesmas masyarakat bisa mendapatkan layanan rawat inap di Rumah Sakit Covid 19 di Asrama Haji Pondok Gede, melalui aplikasi ini nanti akan ada rujukan dan bisa dilihat riwayat dari pasien sehingga ketika dirujuk kesini pasien bisa mendapatkan penanganan yang sesuai," ujar Abdul juga Ini Syarat Bagi Pasien Covid-19 yang Ingin Dirawat di RS Asrama Haji Pondok Gede Abdul Kadir mengatakan hanya pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang saja yang dapat dirawat di Rumah Sakit Asrama Haji Pondok Gede. Pasien dengan gejala berat atau kritis belum dapat ditangani, lantaran fasilitasnya belum memadai. "Jadi memang di sana kriterianya adalah sedang. Jadi kalau misalnya masuknya berat atau butuh ICU, di sana alatnya terbatas. Jadi kami cuma menerima pasien ringan-sedang saja. Kalau masuk kritis atau berat enggak bisa masuk ke sana. Karena kita fasilitasnya ya cuma sampai sedang aja," ujarnya saat dihubungi Senin 12/7/2021. Baca juga Proses Alih Fungsi Asrama Haji Pondok Gede Jadi RS Darurat Covid-19 Berlangsung 5 Hari Berikut alur pendaftarannya Kemenkes Alur Pendaftaran RS Asrama Haji Pondok Gede Pasien konsultasi ke rumah sakit atau Puskesmas terdekat. Rumah sakit atau Puskesmas akan memeriksakan kondisi pasien. Setelah itu, rumah sakit atau Puskesmas akan mendaftarkan pasien ke RSDC Wisma Haji melaui aplikasi Sisrutenas atau Sistem Rujukan Terintegrasi Nasional RSDC Wisma Haji akan membaca riwayat kondisi pasien yang diberikan oleh rumah sakit atau Puskesmas melalui aplikasi Sisrute. Bila kondisi pasien dengan gejala sedang atau saturasinya antara 93-94 persen, maka pasien akan diperbolehkan untuk dirawat di RS Asrama Haji. Namun, bila kondisi pasien dengan gejala berat, pihak RS Wisma Haji belum bisa menerimanya. Hal ini dikarenakan fasilitasnnya belum memadai. Selama dirawat di RS Wisma Haji, kondisi dan kebutuhan pasien akan dilaporkan secara langsung oleh tenaga kesehatan kepada keluarga. Bila membutuhkan informasi lebih lanjut terkait terkait informasi prosedur rujukan ke RS Asrama Haji atau nformasi ketersediaan tempat tidur di RS tersebut, Anda bisa menghubungi call center RS Asrama Haji melalui nomor 0853 1721 9321. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Presiden Joko Widodo kiri didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kanan pada Jumat, 9/7/2021 meninjau langsung Asrama Haji, Pondok Gede yang siap dioperasikan menjadi rumah sakit untuk pasien Covid-19. Dok Biro Pers Sekretariat Presiden "Saya ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Menteri Kesehatan, Menteri PUPR beserta seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dalam waktu lima hari untuk menyiapkan Wisma Haji dikonversi menjadi rumah sakit," ucap Presiden. Dok Biro Pers Sekretariat Presiden Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas juga meninjau sejumlah fasilitas yang ada di RS Asrama Haji. Menurutnya, fasilitas tersebut sudah siap untuk mendukung penanganan pasien Covid-19. Dok Biro Pers Sekretariat Presiden Presiden Jokowi menyatakan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk menangani pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 lalu. Presiden Jokowi pun mengajak partisipasi masyarakat dari berbagai kalangan untuk bersama-sama membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air. Dok Biro Pers Sekretariat Presiden Presiden Jokowi juga kembali menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para dokter, tenaga kesehatan, ASN, hingga TNI dan Polri, atas kerja kerasnya membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19. Dok Biro Pers Sekretariat Presiden – Informasi jadwal dokter RS Haji Jakarta semua spesialis. Jadwal terdiri dari dokter umum, dokter gigi, hingga dokter spesialis penyakit dalam, saraf, THT, mata, urologi, anak, kandungan, jantung, dan masih banyak lagi dokter spesialis dan subspesialis yang ada di RS Haji Jakarta. Temukan jadwal praktek dokter terkini dari RS Haji Pondok Gede Jakarta Utara yang sudah kami himpun dari sumber resmi rumah sakit terkait. RS Haji Jakarta merupakan rumah sakit dengan konsep islami di Jakarta Utara yang berdiri sejak tahun 1994. Pelayanan terdiri dari Instalasi Gawat Darurat IGD, rawat jalan, rawat inap, dan penunjang medik. Layanan rawat jalan terdiri dari Poli penyakit dalam Poli penyakit dalam subspesialistik Poli geriatri Poli saraf Poli THT Poli bedah Poli bedah plastik dan perawatan luka Poli paru Poli jantung Poli mata Poli rehab medik Poli kulit kelamin Poli psikiater Poli Medical checkup Poli kandungan Poli kandungan subspesialistik Poli Endoskopi / tindakan Poli anestesi Poli radiologi Vaksin anak Poli anak Poli konseling Poli umum Poli gigi Jadwal dokter RS Haji Jakarta ini merupakan jadwal praktek dokter umum maupun jadwal dokter spesialis / sub spesialis sebagai panduan Anda dalam memilih dokter dan poli yang sesuai dengan keluhan penyakit Anda. Nama Dokter Spesialis Hari Jam Praktek dr. M. Solichin Basrie, Sp. A Anak Selasa & Kamis Sabtu dr. Ismail Sangadji, Sp. A, MARS Anak Senin s/d Sabtu dr. Fatmawaty, Sp. A Anak Senin s/d Sabtu dr. Nurhidayah, Sp. A Anak Senin, Rabu, Jumat drg. Teuku Nolly Iskandar, Sp. BM Bedah Mulut Selasa Kamis drg. Tantri Ratnawati Gigi Sabtu drg. Okto Taberi, Sp. ORT Orthodonsia Rabu & Sabtu drg. Martina Ichsanti, Sp. Perio Periodonsia Jumat Sabtu drg. Budi Utomo, MARS Gigi Senin s/d Sabtu Kamis drg. Hertanti Destika, Sp. KG Konservasi Gigi Senin s/d Jumat drg. Bunga Cahya Mustikasari, Sp. KG Konservasi Gigi Selasa dr. Siskawati Hanoum, Sp. KK Kulit dan Kelamin Senin, Rabu, Sabtu dr. Nuraeni Erni Akbar, Sp. KK Kulit dan Kelamin Kamis dr. Ratna Komala, Sp. KK Kulit dan Kelamin Selasa Jumat dr. Rr. Rahayu, Sp. PD, FINASIM Penyakit Dalam Selasa, Rabu, Jumat dr. Arshita Auliana, Sp. PD Penyakit Dalam Senin & Kamis dr. R. Siti Rohmah Kenny K, Sp. PD Penyakit Dalam Senin & Rabu dr. Ika Prasetya, Sp. PD, KKV, FINASIM Penyakit Dalam Sabtu dr. Ana Fawziah, Sp. PD Penyakit Dalam Senin & Rabu Selasa, Kamis, Jumat Sabtu dr. Agus Salim C, Sp. PD Penyakit Dalam Senin s/d Jumat dr. Lukman Zulklifli Amin, Sp. PD Penyakit Dalam Senin s/d Jumat Sabtu dr. Asep S Rohmat, Sp. PD, K-GEH, FINASIM Penyakit Dalam Subspesialis Sabtu dr. Kuspuji Dwitanto R, Sp. PD, KGH Penyakit Dalam Subspesialis Sabtu dr. Gusti P, Sp. S Saraf Selasa, Kamis, Sabtu dr. Elsa Ana Purika, Sp. N Saraf Senin, Rabu, Jumat Selasa & Kamis dr. Eva Dewati, Sp. S Saraf Senin, Rabu, Jumat dr. Jamal Muhammad, Sp. THT-KL THT Senin & Rabu Sabtu dr. Aryo Yunian Ramdhani, Sp. THT-KL THT Senin s/d Jumat dr. R. Bagoes Susilo, Sp. BAK, FINACS, FISA Bedah Anak Senin, Selasa, Kamis dr. Findi Syamsu Ariwibowo, Sp. B, FICS, FINACS Bedah Senin s/d Jumat dr. Metra Sahar, Sp. U Urologi Sabtu dr. Sigit Wedhanto, Sp. OT Orthopedi Selasa Kamis Sabtu dr. Agus Mulyono, Sp. U Urologi Rabu & Jumat dr. Arif Rahmat Muharram, Sp. BP-RE Bedah Plastik Senin, Rabu, Kamis Selasa, Jumat, Sabtu dr. R. Iwan Guntoro, Sp. P Paru Senin s/d Sabtu dr. Erna Jurniety Hartiyah, Sp. P Paru Senin s/d Jumat Selasa & Kamis dr. Henie Widowati, Sp. P Paru Senin & Rabu dr. Dede Moeswir, Sp. PD, KKV Jantung dan Pembuluh Darah Jumat dr. Jusdiono, Sp. JP Jantung dan Pembuluh Darah Senin, Rabu, Jumat dr. Anwar Fachrudin, Sp. JP Jantung dan Pembuluh Darah Senin s/d Kamis Jumat Sabtu dr. Nyimas Farida, Sp. M Mata Senin & Rabu Kamis dr. Gayatri Sumardi, Sp. M Mata Senin, Selasa, Sabtu dr. Nur Intan, Sp. M Mata Senin, Rabu, Jumat Selasa & Kamis dr. Farida Ariyanti, Sp. KFR Rehab Medik Selasa Jumat dr. Andhitya Dwi Ananda, Sp. KFR Rehab Medik Senin, Rabu, Kamis Selasa Jumat dr. Siti Dwinanti Amanda, Sp. KJ Jiwa Selasa, Kamis, Jumat dr. Sylvana Evawani, Sp. KJ Jiwa Senin & Rabu Sabtu dr. Endang Widyastuti, Sp. GK Gizi Senin s/d Jumat Lenny Utami Afriyenti Psikolog Senin & Rabu dr. Agoeng Prayitno, Sp. Ak Akuputur Senin, Rabu, Kamis Selasa & Jumat Sabtu dr. Pradana Akmara C, Sp. OG Kandungan dan Kebidanan Senin, Selasa, Kamis dr. Nina Kartina, Sp. OG Kandungan dan Kebidanan Rabu Jumat dr. Dwi Rahmawaty, Sp. OG Kandungan dan Kebidanan Senin s/d Jumat Sabtu dr. Budi M. Lumonon, Sp. OG K Kandungan dan Kebidanan Senin & Kamis Selasa Rabu Jumat Sabtu dr. Achmad Irawan, Sp. OG Kandungan dan Kebidanan Selasa Rabu Jumat dr. Rusmin Indra, Sp. OG Kandungan dan Kebidanan Selasa & Kamis dr. Sudji Widodo Umum Senin, Selasa, Jumat dr. Ria Umum Rabu, Kamis, Sabtu Baca juga Jadwal dokter RS Adhyaksa Jadwal dokter RS Jantung Bina Waluya Alamat dan Nomor Telepon RS Haji Pondok Gede Alamat Jl. Raya Pd. Gede Kota Jakarta Timur, DKI Jakarta 13650 Nomor telp 021 800 0693 / 0811 953 2119 SPGDT 0811 9532 119 Pengaduan 0811 9352 119 Email [email protected] Sekian informasi yang dapat kami sampaikan perihal jadwal dokter RS Haji Pondok Gede Jakarta Timur beserta alamat dan kontak yang dapat dihubungi. Jadwal dokter dapat berubah sewaktu-waktu tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Terima kasih. Story Acting/Cast Music Rewatch Value The first time I tried watching this I was really new to dramas. I didn’t know anyone in the cast and at that time I was in that “I only watch good looking actors” mentality. After watching one episode I dropped because I thought the main actor Lee Bum Soo was weird looking and the main actress was too plain. Its been a while since then and in that time I have become fond of Lee Bum Soo after watching Giant & Salaryman must watches! and decided I would watch his past dramas, giving this one a second go… Story- Your typical medical drama. Every episode there are cases and different patients. Half way in I got tired of seeing every patient consultation and all the surgeries. They show all the surgeries for all the patients so it got to be too repetitive for me and therefore I fast-forwarded through those parts. What I enjoyed most is the interactions between the hospital staff and more of their personal story arcs. To me, that was worth watching it to the end. The main romance wasn’t the best because the main actress didn’t have any chemistry with LBS. She actually didn’t have any chemistry with the other main guy either. So the love triangle was a fail for me. The ending was nice. Acting/Cast- I loved the main guys. They are actors I usually follow so I was happy to see them both. The main actress did a fantastic job in 49 Days but here she kind of held back I think in this one. It also didn’t help that her character annoyed me at times. I loved the other 3 residents. Their love triangle was fun to watch. The other supporting cast did a great job. Music- I didn’t like the music at all and it really was distracting. A few songs fit, but most of the music was random and not needed. Rewatch- the episodes fly by fast and it was never boring so it is rewatchable but it’s not something I need to see again. Overall Surgeon Bong Dal Hee isn’t a drama that needs to be watched unless you’re a fan of anyone in the show but if you do end up watching , its not a bad drama to waste some hours. Read More Was this review helpful to you?

dokter angel asrama haji