Dilihatdari video yang beredar, terlihat kondisi kuburan yang amblas berada persis di tepi sungai. Puing-puing bangunan kuburan dan bagian nisan tampak berserakan sudah terperosok ke dasar sungai. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan Syarifuddin Irsan Dongoran mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi pemakaman yang amblas itu. Sistem 25 untuk soalan teka silang kata dari tambak penahan air. Sistem kita mengumpul soalan dan jawapan teka silang kata dan teka teki daripada silang kata yang popular, teka-teki yang terdapat di media massa, game Android dan lain-lain akhbar popular. Jw tambak untuk menahan air (di tepi sungai dll pembangunanpermukiman di tepian sungai di Banjarmasin dibatasi mengingat kondisi tepian sungai yang sudah padat. Sejak rencana pembangunan siring, rumah-rumah tepian air di kawasan Tendean „dibersihkan.‟ Ada 3 buah bangunan yang dipertahankan, yaitu Langgar Al-Hinduan, Rumah Anno 1925, dan Rumah Hijau. KanalBanjir Timur (KBT) dibangun dengan tujuan untuk melindungi wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Utara dari banjir akibat luapan Sungai Cipinang, Sunter, Buaran, Jatikramat, dan Cakung, yang kapasitas alirannya masih belum mampu menampung debit aliran air pada puncak musim hujan. KBT akan melayani sistem drainase pada wilayah seluas 207 km 2 dan dapat Takhanya itu, petaka juga pernah muncuk di persoalan Geothermal. Di Kota Batu, tepatnya untuk sumber mata air. Dari data yang diperoleh Walhi Jatim, pada tahun 2010 terdapat 111 titik mata air. garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 10 meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan. Yang seharusnya wilayah penahan air Foto: Dok Muhammadiyah dalam meresmikan bantuan pembangunan tanggul di Garut Jawa Barat. SURYAWARTA.COM-Nasional- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Garut meresmikan tanggul bronjong penahan tebing sungai Cibaluk di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Sabtu (27/02/2021).Tanggul ini dibangun sebagai tahapan . Pengertian Dinding penahan tanah/ turap adalah suatu konstruksi yang bertujuan untuk menahan tanah agar tidak longsor dan meninggikan lereng alam suatu tanah. Di lapangan dinding penahan tanah dapat ditemui pada saluran air di samping jalan, pada pinggir sungai agar tebing sungai tidak longsor, pada bendungan dan saluran irigasi dan dinding penahan bukit agar tidak longsor. Bahan konstruksi untuk dinding penahan yaitu 1. Dari kayu 2. Dari beton 3. Dari pasangan batu 4. Dari baja Bentuk bentuk dinding penahan tanah 1. Profil persegi 2. Profil jajaran genjang 3. Profil trapesium siku 4. Profil trapesium 5. Profil segitiga untuk merencanakan sebuah dinding penahan tana perlu diperhatikan syarat kestabilitasan dinding 1. dinding tidak terjungkal 2. dinding tidak tergeser 3. dinding tidak amblas 4. dinding tidak pecah TEMBOK PENAHAN TANAH May 17, 2015 by kicauanhitam 2 PENGERTIAN Tembok Penahan Tanah TPT adalah suatu bangunan yang berfungsi untuk menstabilkan kondisi tanah tertentu pada umumnya dipasang pada daerah tebing yang labil. Jenis konstruksi antara lain pasangan batu dengan mortar, pasangan batu kosong, beton, kayu dan sebagainya. FUNGSI Fungsi utama dari konstruksi penahan tanah adalah menahan tanah yang berada dibelakangnya dari bahaya longsor akibat 1. Benda-benda yang ada atas tanah perkerasan & konstruksi jalan, jembatan, kendaraan, dll 2. Berat tanah 3. Berat air tanah Atau dengan kata lain merupakan pasangan batu yang dilekatkan dengan campuran semen, pasir dan air untuk melindungi tebing dari keruntuhan tanahnya. Fungsi khusus yang dapat diberikan oleh pasangan batu adalah 1. Pemanfaatan ruang dari suatu pembangunan jenis sarana dan prasarana lain 2. Pemeliharaan, penunjang umur dan bagian dari jenis sarana dan prasarana lain, misalnya a. Dinding saluran irigasi b. Prasarana tepi jalan kondisi khusus c. Dan lain-lain 3. Perlindungan tebing JENIS TEMBOK PENAHAN TANAH TPT Jenis tembok penahan tanah 1. Batu kali murni & batu kali dengan tulangan gravity & semi gravity 2. Tembok yang dibuat dari bahan kayu** talud kayu 3. Tembok yang dibuat dari bahan beton talud beton – Jenis Konstruksi TPT – KRITERIA PERENCANAAN Secara garis besar, kriteria perencanaan untuk TPT adalah 1. Sedapat mungkin memanfaatkan potensi sumber daya yang ada. 2. Konstruksi sederhana dan dapat dikerjakan oleh masyarakat. 3. Lokasi yang dipilih tepat dan memiliki manfaat yang besar baik sebagai sarana dan prasarana penunjang atau pencegah bahaya longsor, banjir atau erosi. 4. Untuk alasan kemudahan pelaksanaan pembangunan dan efisiensi waktu dan biaya pelaksanaan terhadap kemampuan pekerjaan pada kondisi normal, tinggi maksimal untuk prasarana penahan tanah 4,00 meter. 5. Kedalaman minimum prasarana tembok penahan dapat disesuaikan sampai memenuhi kestabilan konstruksi penahan tanah. 6. Ukuran bagian lain dari prasarana tembok penahan memenuhi persyaratan teknis dan memiliki persyaratan keamanan yang memadai. 7. Prasarana tembok penahan tanah untuk sarana dan prasarana irigasi atau tanggul sedapat mungkin bersifat kedap air selain dari persyaratan teknis dan persyaratan keamanan yang memadai. DATA KEBUTUHAN DESAIN Pembuatan desain penahan tanah bisanya membutuhkan data-data 1. Potensi sarana dan prasarana yang sudah ada dan potensi sumber daya alamnya. 2. Tanah letak rencana /bentuk lokasi, – Jenis tanah – Kedalaman tanah keras – Lapisan air tanah 3. Data kondisi lokasi, lingkungan, dan peruntukan konstruksi – Sungai → sebagai saluran irigasi – Jalan → sebagai pengaman tepi jalan – Perlindungan tebing → keamanan sarana dan prasarana jalan, pemukiman, dll yang ada diatas atau di bawahnya, pencegah gerusan. – Tanggul → pencegah banjir, luapan air. PERSYARATAN TEKNIS Hal-hal teknis yang harus diperhatikam dalam Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Tembok Penahan Tanah adalah sebagai berikut. 1. Ukuran / Dimensi. Rumus ancar-ancar dimensi TPT a. Lebar Atas A = H tinggi tembok dibagi 12. Dan minimal lebar atas adalah 25 Cm∗. b. Lebar dasar B = 0,47 0,7 dikalikan H c. Tebal kaki dan tumit* B1 = 1/8 1/6 dikalikan H. d. Lebar kaki dan tumit* B3 = 0,5 1 dikalikan B1. 2. Kestabilan Prasarana. Analisis kestabilan antara lain meliputi a. Analisa terhadap guling. b. Analisa terhadap geser. c. Daya dukung tanah dasar. d. Patah tembok akibat gaya yang diterimanya. 3. Kemiringan Dinding. Minimal 50 1 H dibanding B2. 4. Jenis Tanah. Jenis tanah juga harus diperhatikan dalam perencanaan, seperti a. Tanpa lapisan air tanah. Analisa tekanan yang terjadi tidak mencakup tekanan akibat air/lapisan air tanah, dan indikator tanah yang berpengaruh adalah tanah dalam kondisi biasa kering udara. b. Ada lapisan air tanah. Analisa tekanan yang terjadi mencakup tekanan akibat air/lapisan air tanah, dan indikator tanah yang berpengaruh adalah tanah dalam kondisi jenuh**. c. Tanah lempung. Analisa tekanan yang terjadi ada pengaruh daya lekat tanah kohesi. d. Tanah Pasir. Nilai daya lekat tanah untuk tanah pasir murni biasanya kecil atau = 0 dan pengaruh daya lekatnya dapat diabaikan. 5. Bahan penyusun. Bahan penyusun dapat diperkirakan sesuai dengan jenis konstruksi dari TPT tersebut, misalnya a. Batu, batu yang digunakan biasanya batu kali atau batu gunung hitam. b. Semen, semen yang digunakan haruslah yang mempunyai jenis yang baik dan dapat menggunakan Portland Cement PC atau Portland Cement Composit PCC. c. Pasir, pasir yang digunakan harus bebas dari bahan lain seperti tanah lempung, sampah, atau kotoran lainnya. 6. Kualitas Adukan. Disesuaikan dengan desain yang direncanakan dan dapat mengikat bahan konstruksi dengan baik dan kuat, disyaratkan berat volumenya antara 2,0 2,3 t/m3 PPI 1983. Catatan * Mengikuti kaidah teknis bentuk tembok penahan yang direncanakan ** Tanah kondisi jenuh dapat diartikan kondisi tanah yang sudah maksimal dalam menyerap air. Gambar. Pelaksanaan Pembuatan TPT PEMELIHARAAN dan PENINGKATAN TPT Dalam hal pemeliharaan dan peningkatan dinding penahan tanah hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain 1. Kebersihan lingkungan tepi sekitar dinding dari rumput-rumput atau tumbuhan dengan akar yang dapat merusak dinding. 2. Keadaan suling-suling 3. Kondisi saluran air/drainase air 4. Perlindungan terhadap bahan utama. Misalnya – Untuk material batu kali dan beton dapat dilakukan pemlesteran. – Untuk material kayu perlindungan terhadap rayap atau cuaca. PERHITUNGAN DESAIN dan KEBUTUHAN KONSTRUKSI Untuk Perhitungan Desain, Volume dan Kebutuhan Bahan dan Tenaga, dapat dilihat disini. CONTOH PERHITUNGAN VOLUME DAN KEBUTUHAN TPT A. DATA Saya mencoba memberikan Contoh untuk Perhitungan TPT dengan model seperti ini. Panjang 50 M’ a 0,25 M b 0,4 M. h1 0,55 M h2 0,2 M. h3 0,05 M Htot 0,80 M. Plesteran lebar atas TPT ditambah tepi miring = 0,75 M B. PERHITUNGAN VOLUME 1. Volume Galian Tanah Volume = Panjang x b x h2 + h3 = 50 x 0,4 x 0,25 = 5 M3 2. Volume Urugan Pasir Volume = Panjang x b x h3 = 50 x 0,4 x 0,05 = 1 M3 3. Volume Pasangan Batu a. Volume Kaki = Panjang x b x h2 = 50 x 0,4 x 0,2 = 4 M3 b. Volume Dinding = panjang x a+b/2 x h1 volume trapesium = 50 x 0,25 + 0,4/2 x 0,55 = 8,94 M3 c. Volume Total = Volume Kaki + Volume Dinding = 4 + 8,94 = 12,94 M3 4. Volume Plesteran Volume = Panjang x Plesteran = 50 x 0,75 = 37,5 M2 C. PERHITUNGAN KEBUTUHAN BAHAN DAN TENAGA KERJA 1. Galian Tanah Analisa SNI 2835 2008 – Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m Tenaga Pekerja = Volume Galian x Koefisien = 5 M3 x 0,75 HOK = 4 HOK Mandor = Volume Galian x Koefisien = 5 M3 x 0,025 HOK = 0,125 HOK 2. Urugan Pasir Analisa SNI 2835 2008 – Mengurug 1 m3 pasir urug a. Bahan Pasir Urug = Volume Pasir Urug x Koefisien = 1 M3 x 1,2 = 1,2 M3 b. Tenaga Pekerja = Volume Pasir Urug x Koefisien = 1 M3 x 0,3 HOK = 0,30 HOK Mandor = Volume Pasir Urug x Koefisien = 1 M3 x 0,01 HOK = 0,01 HOK 3. Pasangan Batu Analisa SNI 2836 2008 – Memasang 1 m3 Pondasi Batu Belah 1 PC 5 PP Bahan a. Batu Belah = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 1,2 = 15,5 ≈ 16 M3 b. Semen = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 2,72 Zak = 35,19 ≈ 35 zak c. Pasir Pasang = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 0,544 M3 = 7,04 ≈ 7 M3 Tenaga a. Pekerja = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 1,5 HOK = 19 HOK b. Tukang = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 0,75 HOK = 10 HOK c. Kepala Tukang = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 0,075 HOK = 1 HOK d. Mandor = Volume Pasangan Batu x Koefisien = 12,94 M3 x 0,075 HOK = 1 HOK 4. Plesteran Analisa SNI 2837 2008 – Memasang 1 m2 plesteran, 1 PC 5 PS, tebal 15 mm Bahan a. Semen = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,12 Zak = 5 zak b. Pasir Pasang = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,026 M3 = 1 M3 Tenaga a. Pekerja = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,3 HOK = 11 HOK b. Tukang = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,15 HOK = 6 HOK c. Kepala Tukang = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,015 HOK = 1 HOK d. Mandor = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,015 HOK = 1 HOK 5. Acian Analisa SNI 2837 2008 – Memasang 1 m2 acian Bahan a. Semen = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,07 Zak = 3 zak Tenaga a. Pekerja = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,2 HOK = 8 HOK b. Tukang = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,1 HOK = 4 HOK c. Kepala Tukang = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,01 HOK = 0,375 HOK d. Mandor = Volume Plesteran x Koefisien = 37,50 M2 x 0,01 HOK = 0,375 HOK D. REKAPITULASI VOLUME BAHAN DAN TENAGA KERJA 1. Batu Belah 16 M3 lihat Perhitungan No. 3 Pasangan Batu 2. Pasir Urug 1 M3 lihat Perhitungan No. 2 Urugan Pasir 3. Pasir Pasang 8 M3 lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 3 + No. 4 4. Semen 43 Zak lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 3 + No. 4 + No. 5 5. Pekerja 42 HOK lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 1 + No. 2 + No. 3 + No. 4 + No. 5 6. Tukang 20 HOK lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 3 + No. 4 + No. 5 7. Kepala Tukang 2 HOK lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 3 + No. 4 + No. 5 8. Mandor 3 HOK lihat dan dijumlah dari Perhitungan No. 1 + No. 2 + No. 3 + No. 4 + No. 5 9. Peralatan yang biasanya digunakan adalah cangkul, sekop, sendok semen, benang nilon, bambu, lori, palu godam dan kebutuhannya disesuaikan dengan jumlah tenaga kerja. Untuk Biayanya sengaja tidak saya cantumkan karena silahkan pembaca menyesuaikan dengan harga di daerah masing-masing saja. Dan caranya hanya tinggal mengalikan Kebutuhan Bahan atau Tenaga dengan Harga Satuan masing-masingnya. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan ada komentar yang positif untuk kita semua. Dinding Penahan Retaining Wall Kamis, 10 November 2016 Konstruksi dinding penahan merupakan salah satu jenis konstruksi sipil yang berfungsi untuk menahan gaya tekanan aktif lateral suatu tanah maupun air. Oleh karena itu suatu konstruksi dinding penahan haruslah direncanakan dan dirancang agar aman terhadap gayagaya yang berpotensi menyebabkan kegagalan struktur. Pada prinsipnya dinding penahan menerima gaya-gaya berupa momen guling, gaya berat sendiri, gaya lateral tanah/air aktif pasif, gaya gelincir/sliding dan gaya angkat uplift. Dengan demikian kestabilan suatu konstruksi dinding penahan harus dirancang agar dapat menahan gaya-gaya tersebut. Dinding penahan dalam praktik konstruksi sipil memiliki banyak jenis tergantung dari aplikasi dan kasus yang akan digunakan baik untuk menahan tekanan tanah pada tebing/slope, timbunan/embankment, konstruksi sub structure /basement, kolam tampungan retensi/pond, konstruksi pembendung air, penahan transpor sedimen pada sungai dsb. Pada dasarnya dinding penahan memiliki beberapa fungsi antara lain  Menahan tekanan lateral tanah aktif Active Lateral Force Soil yang dapat berpotensi menyebabkan terjadinya keruntuhan lateral tanah misalnya longsor/landslide.  Menahan tekanan lateral air Lateral Force Water yang dapat berpotensi menyebabkan terjadinya keruntuhan lateral akibat tekanan air yang besar.  Mencegah terjadinya proses perembesan air/seepage secara lateral yang diakibatkan oleh kondisi elevasi muka air tanah yang cukup tinggi. Dalam hal ini juga berfungsi dalam proses dewatering yaitu dengan memotong aliran air Flow net pada tanah Cut Off. Adapun jenis-jenis konstruksi dinding penahan yang umumnya digunakan dalam praktek rekayasa konstruksi sipil antara lain  1. Dinding Penahan Tanah Massa Gravity Retaining Wall, jenis dinding penahan tanah ini banyak digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral pada timbunan tanah maupun pada tebing-tebing yang landai sampai terjal. Prinsip kerja dari dinding penahan ini cukup unik yaitu mengandalkan bobot massa dari badan konstruksinya dengan demikian kestabilan dari struktur dapat lebih stabil dikarenakan bobotnya yang berat dalam menahan tekanan tanah lateral. Material penyusun yang digunakan pada jenis konstruksi ini biasanya berupa material pasangan batu ataupun beton bertulang Reinforced Concrete.  2. Dinding penahan Tanah Tipe Jepit Cantilever Retaining Wall, Jenis konstruksi dinding penahan tanah tipe ini umumnya digunakan untuk menahan tekanan tanah pada timbunan maupun pada tebing. Prinsip kerja dari jenis dinding penahan jenis ini yaitu dengan mengandalkan daya jepit/fixed pada dasar tubuh strukturnya. Oleh karena itu ciri khas dari dinding penahan jenis kantilever yaitu berupa model telapak/spread memanjang pada dasar strukturnya yang bersifat jepit untuk menjaga kestabilan dari struktur penahan. Umumnya konstruksi dinding penahan tipe jepit dibuat dari pasangan batu maupun dengan konstruksi beton bertulang. 3. Dinding Penahan Tipe Turap Sheet Pile, jenis konstruksi dinding penahan tipe turap merupakan jenis konstruksi yang banyak digunakan untuk menahan tekanan tanah aktif lateral tanah pada timbunan maupun untuk membendung air coverdam. Jenis konstruksi tipe turap/sheet pile umumnya terbuat dari material beton pra tegang Prestrees Concrete baik berbentuk corrugate-flat maupun dari material baja. Konstruksi dinding penahan tipe sheet pile berbentuk ramping dengan mengandalkan tahanan jepit pada kedalaman tancapnya dan dapat pula dikombinasikan dengan sistem angkur/Anchord yang disesuaikan dengan hasil perancangan. Dalam pelaksanaannya kedalaman tancap sheet pile dapat mencapai elevasi sampai tanah keras. 4. Dinding Penahan Bronjong Gabion, konstruksi dinding penahan tanah jenis ini merupakan konstruksi yang berupa kumpulan blok- blok yang dibuat dari anyaman kawat logam galvanis yang diisi dengan agregat kasar berupa batu batu kerikil yang disusun secara vertikal ke atas dengan step-step meyerupai terasering/tanga-tangga. Kelebihan dari dinding penahan jenis gabion selain berfungsi untuk menahan tekanan tanah juga berfungsi untuk memperbesar konsentrasi resapan air ke dalam tanah Infiltrasi.  5. Dinding Penahan Tipe Blok Beton Block Concrete, jenis dinding penahan tanah tipe blok beton merupakan kumpulan blok-blok beton masif padat yang disusun secara vertikal dengan sistem pengunci/locking antar blok yang disusun. Umumnya blok beton dibuat secara modular di fabrikasi berupa beton precash dan kemudian proses pemasangannya di lakukan di lokasi in situ.  6. Dinding Penahan Tanah Tipe Diaphragm Wall, jenis konstruksi dinding penahan tanah tipe dinding bertulang Diaphragm Wall merupakan jenis konstruksi dinding penahan yang terbuat dari rangkaian besi beton bertulang yang dicor di tempat atau dengan sistem modular yang dibuat untuk membendung cover suatu konstruksi bawah tanah sub-strucure khusunya pada konstruksi basement suatu bangunan. Diaphragm wall dapat dikombinasikan dengan sistem anchord untuk menambah daya dukung terhadap tekanan aktif lateral tanah juga berfungsi dalam proses dewatering untuk memotong aliran muka air tanah Cut-Off Dewatering.  7. Dinding Penahan Tanah Continguous Pile dan Soldier Pile, jenis konstruksi penahan continguous pile dan soldier pile merupakan konstruksi dinding penahan tanah yang digunakan untuk menahan tekanan lateral tanah aktif pada konstruksi bawah tanah seperti pada konstruksi basement suatu bangunan sama seperti jenis konstruksi dinding penahan diaphragm wall. Continguous pile dan soldier pile juga biasanya dikombinasikan dengan sistem ankur/anchord untuk meningkatkan daya dukung terhadap tekanan aktif lateral tanah dan berfungsi sebagai pemutus aliran air bawah tanah Cut Off. Continguous pile dibuat di tempat in-situ dengan sistem bored pile berupa rangkaian besi beton bertulang maupun menggunakan profil baja serta dikombinasikan dengan bentonited dan dirangkai membentuk dinding penahan yang padat.  8. Revetment, jenis konstruksi sederhana yang berfungsi untuk perkuatan lereng/tebing maupun untuk melindungi dari gerusan aliran sungai dan ombak pada alur pantai. Konstruksi jenis ini pada dasarnya tidak memiliki fungsi utama dalam menahan tekanan aktif lateral tanah namun lebih pada fungsi proteksi terhadap efek gerusan/erosi yang dapat merusak kestabilan lereng/tanggul yang tentunya dapat berpotensi menimbulkan terjadinya longsor/land slide. Dari paparan yang telah dijelaskan di atas tentunya jenis-jenis konstruksi dinding penahan memiliki karakteristik berbeda-beda berdasarkan pada fungsi dan kegunaannya masing- masing yang dapat diterapkan berdasarkan kasus konstruksi yang telah direncanakan. Oleh karena itu seorang insinyur sipil diharapkan mengetahui karakteristik jenis-jenis konstruksi penahan serta kegunaannya dalam praktik konstruksi di lapangan. Semoga dengan artikel yang saya berikan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya. Terima Kasih. Oleh James Thoengsal, IPP. E-Journal Sipil, Universitas Teknologi Sulawesi UTS Makassar. 0% found this document useful 0 votes250 views21 pagesCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes250 views21 pagesBAB VI Perencanaan Dinding Penahan Tanah PER NC NG N IRIG SI B NGUN N IR 96 BAB VI PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH Data  Elevasi muka tanah di tepi sungai = + 168,50 m  Elevasi dasar sungai = + 165,00 m  Tinggi muka air banjir = 5,701 m  Elevasi muka air banjir = + 170,71 m  Berat volume tanah di tepi sungai γ t = 1,6 t/m 3  Sudut gesek dalam tanah Ø = 30 o  Berat volume pasangan batu kali γ ps = 2,2 t/m 3  Tegangan lentur pasangan batu kali ’ = 100 t/m 2  Tegangan geser pasangan batu kali ’ = 20 t/m 2 Perencanaan Dinding Penahan Tanah Direncanakan dinding penahan tanah dengan dimensi sebagai berikut h = h 1 + h 2 - Direncanakan tinggi pondasi h1 2,0 m - Direncanakan tinggi jagaan 1,0 m KP-02 halaman 123 - Tinggi air banjir + tinggi jagaan h2 5,701 + 1 = 6,701 m - Tinggi rencana DPT h 2,0 + 6,701 = 8,701 m Tegangan ijin untuk pasangan batu kali  Tegangan tekan = 100 t/m 2  Tegangan tarik = 0 t/m 2  Tegangan geser = 20 t/m 2 Berat volume  Pasangan batu kali = 2,2 t/m 2  Tanah = 1,6 t/m 2 Kuat geser tanah dasar  Tanah dasar kondisi normal = 35 t/m 2  Tanah dasar kondisi tertentu= 70 t/m 2 PER NC NG N IRIG SI B NGUN N IR 97 Direncanakan dinding penahan tanah dengan kondisi kritis tanpa air dengan dimensi sebagai berikut Pada Hulu Bendung Gambar Dimensi dinding penahan tanah pada Hulu Tabel Gaya pada DPT akibat berat sendiri dan tanah ditinjau 1 m lebar di Hulu Bagian V t x m M r tm 1 2,2 . 8 . 2. 1 = 35,20 4,0 140,80 2 2,2 . 6,701. 1. 1 = 14,72 2,5 36,80 3 2,2 . 6,201 . 1. 1 = 13,64 3,5 47,74 4 2,2 . 0,5. 4. 5,701 . 1 = 25,08 5,67 142,20 5 1,6 . 5 . 0,5. 1 = 4,00 5,5 22,00 6 1,6 . 0,5 . 4 . 6,201 = 19,84 5,33 105,75 V = 112,48 t M r = 495,29 tm NB Momen ditinjau terhadap titik A.  Tekanan tanah aktif pada dinding K a = tan 2 45 o – Ø/2 = tan 2 45 o – 30 o /2 = 0,333 P a = K a . 21 . γ t . h 2 = 0,333 . 21 . 1,6 . 8,701 2 = 20,168 t Titik tangkap tekanan tanah aktif = 8,701/3 = 2,900 m PER NC NG N IRIG SI B NGUN N IR 98 Momen guling akibat tekanan tanah aktif M 01 = 20,168 . 2,900 = 58,487 tm Keterangan - Dalam hal ini tekanan tanah pasif pada DPT diabaikan karena tekanan tanah pasif diyakini tidak akan selalu bekerja mengingat adanya kemungkinan tanah akan tergerus air. - Pada perhitungan DPT, tekanan tanah pasif dan tekanan air diabaikan karena DPT direncanakan dengan keadaan paling kritis dimana hanya tekanan oleh berat sendiri dan tekanan tanah aktif yang diperhitungkan. Tabel Gaya Horizontal Berat Sendiri Dinding Akibat Gempa Bagian W t y m M 0 tm 1 2,2 . 8 . 2. 1 = 35,20 1,000 35,20 2 2,2 . 6,701. 1. 1 = 14,72 5,101 75,09 3 2,2 . 6,201 . 1. 1 = 13,64 4,85 66,154 4 2,2 . 0,5. 4. 5,701 . 1 = 25,08 4,07 102,08 5 1,6 . 5 . 0,5. 1 = 4,00 8,13 32,52 6 1,6 . 0,5 . 4 . 6,201 = 19,84 8,45 167,648 W = 112,48 t M 0 = 481,692 tm NB Momen ditinjau terhadap titik A.  Akibat gempa horizontal H = k h . H = 0,1 . 112,48 = 11,25 t M 02 = k h . M 0 = 0,1 . 481,692 = 48,17 tm  Akibat gempa vertikal V = k v . V = 0,05 . 112,48 = 5,624 t M 03 = k v . M r = 0,05 . = 24,765 tm Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Dalam skala besar, polusi lingkungan dan lautan adalah akibat utama dari kebiasaan buang sampah sembarangan. Sampah-sampah tersebut bisa menumpuk di saluran air maupun sungai dan berujung mengotori laut. Jutaan ton sampah yang mengambang di lautan saat ini telah mengancam keselamatan biota laut, termasuk berbagai jenis ikan yang menjadi sumber pangan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan terawat salah satu contohnya yaitu masih banyak masyarakat yang membuang sampah sembarangan, seperti membuang sampah ke sungai sedangkan sungai memiliki banyak manfaat yang kita butuhkan. sungai adalah sebuah komponen alam yang tidak bisa dipisahkan dengan manusia. hampir seluruh aktivitas manusia bergantung dengan sungai yang ada di mempunyai beberapa manfaat yaitu Manfaat sungai bagi manusia sebagai sumber mata pencaharian, mencegah terjadinya banjir. Manfaat yang selanjutnya bisa menjadi jalur transportasi air dan perdagangan. Sungai juga memiliki manfaat untuk menampung dan mengalirkan air hujan, sungai yang tidak memiliki kemampuan untuk mengalirkan air hujan akan mengakibatkan terjadinya banjir. Ada beberapa dampak negatif akibat sampah jika tidak ditangani secara serius oleh berbagai pihak yaitu Menyebabkan kerusakan ekologis, Menyebarkan penyakit, Menyebabkan terjadinya banjir, Menyebabkan bau tidak sedap/bau busuk, Menyebabkan terganggunya estetik suatu daerah. Oleh karena itu kita harus senantiasa menjaga kebersihan sungai agar tidak menimbulkan bencana lainnya,Kenapa kita harus menjaga kebersihan sungai? agar sungai tetap bersih dan enak dipandang, lalu agar hewan air yang ada disana merasa nyaman. itu juga termasuk pelestarian hewan yang terancam jarang masyarakat yang membuang sampah ke sungai dan itu dapat menyebabkan banyaknya sampah plastik yang itu sampah plastik? Sampah plastik adalah semua barang bekas atau tidak terpakai yang materialnya diproduksi dari bahan kimia tak terbarukan. Sebagian besar sampah plastik yang digunakan sehari-hari biasanya dipakai untuk pengemasan, sampah plastik merupakan jenis sampah yang susah terurai karena rantai karbonnya yang panjang. Banyak sekali jenis sampah namun sampah dibedakan menjadi dua yaitu sampah organik dan nonorganik, sampah organik adalah sampah yang dapat terurai contohnya seperti kayu dan daun-daunan kering, sampah non organik adalah sampah yang dapat terurai ada juga yang tidak dapat terurai contohnya kaca karet dan kaleng, maka dari itu kita sebisa mungkin tidak menggunakan barang yang susah terurai, sebagai bentuk mengurangi contohnya nya kita meminimalisasikan penggunaan kantong plastik diganti dengan tote bag, membawa botol ketika bepergian dan menggunakan botol untuk memesan lingkungan kita bebas dari pembuangan sampah sembarangan maka perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dengan cara cara Mengelola sampah dengan bijak dapat membantu menyelamatkan lingkungan kita Pisahkan tempat sampah untuk organik & anorganik, Ganti Alas Plastik Sampah menjadi Koran atau Kardus, Ubah sampah organik menjadi pupuk kompos, Mendaur ulang sampah anorganik lingkungan atau sungai yang terbebas dari sampah akan memberikan dampak positif bagi kelestarian lingkungan sekitar dan membawa perbaikan kualitas hidup Mimin Setia WatiNim 2130021031Prodi S1 Kesehatan MasyarakatUniversitas Nahdatul Ulama SurabayaTugas UTS Bahasa Indonesia Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Sungai Badeng yang berlokasi di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi mempunyai debit yang sering meluap sehingga menyebabkan rusaknya dinding penahan tanah dan terkikisnya lereng tepi sungai area Dam Badeng. Hal ini menjadi permasalahan bagi warga sekitar karena pemanfaatan air menjadi kurang maksimal dan dapat meningkatan resiko terjadinya banjir didaerah hilir sungai. Untuk mencegah agar tidak terjadi kelongsoran pada tepi sungai, maka dilakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan dinding penahan tanah tipe gravitasi yang dapat menahan gaya guling, gaya geser, dan aman terhadap daya dukung serta memperhatikan drawdown. Analisis drawdown dimodelkan selama 20 jam pada kondisi awal muka air sungai surut menuju banjir lalu kembali pada kondisi semula. Pemodelan dilakukan dengan program bantu Geoslope studio. Hasil analisis stabilitas gravity wall terhadap drawdown dinyatakan aman. Saat muka air sungai semakin tinggi, maka nilai safety factor lereng akan bertambah. Dan saat muka air sungai semakin turun, maka nilai safety factor lereng akan berkurang. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh naik dan turunnya nilai tekanan pasif yang diberikan air terhadap lereng. Kondisi safety factor paling kritis terjadi saat kondisi surut karena masih adanya residu air sungai yang masuk kedalam pori-pori tanah. Analisis stabilitas terhadap gaya guling, gaya geser, dan aman terhadap daya dukung juga dinyatakan aman. Content may be subject to copyright. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Fropil Vol 9 No. 2, Desember 2021 DOI 86 ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH TERHADAP DRAWDOWN PADA LERENG SUNGAI AREA DAM BADENG KECAMATAN SONGGON, KABUPATEN BANYUWANGI Holis NURSHINTA1*, Paksitya Purnama PUTRA2, Indra NURTJAHJANINGTYAS2 1Program Studi S1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jember, Indonesia 2Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Jember, Indonesia *Email korespondensi [diterima 28 Juli 2021, disetujui 26 Agustus 2022] ABSTRACT The Badeng River, which is located in Songgon District, Banyuwangi Regency, has a discharge that often overflows, causing damage to the retaining wall and erosion of the riverbank slopes of the Badeng Dam area. The utilization of water will become less than optimal and increase the risk of flooding in the river downstream area. To prevent the landslides, it needs slope stability analysis with a gravity-type retaining wall that can withstand overturning, shearing forces, safe against carrying capacity, and pays attention to drawdown. The drawdown analysis was modeled for 20 hours at the initial condition of the river water level receding towards flooding and then returning to its original condition. Slope stability modeling was carried out using Geostudio Slope/W while drawdown using the Geostudio Seep/W program. The results of the gravity wall design are based on the geotechnical planning design requirements of SNI 84602017 obtained a width of meters and a height of meters. Slope stability analysis obtained a safety factor value is and stability to drawdown at the most critical condition is The safety factor value is increased and decreased because it’s influenced by the rise and fall of the value of the passive pressure exerted by water on the slope. The most critical safety factor condition occurs during low tide conditions because there is still residual river water entering the soil pores. The results show the safety factor value is greater than the minimum safety factor ≥ then the design results are declared safe. Keyword Retaining wall, drawdown, slope stability. INTISARI Sungai Badeng yang berlokasi di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi mempunyai debit yang sering meluap sehingga menyebabkan rusaknya dinding penahan tanah dan terkikisnya lereng tepi sungai area Dam Badeng. Hal ini menjadi permasalahan bagi warga sekitar karena pemanfaatan air menjadi kurang maksimal dan meningkatan resiko terjadinya banjir di daerah hilir sungai. Untuk mencegah agar tidak terjadi kelongsoran pada tepi sungai, maka dilakukan analisis stabilitas lereng dengan menggunakan dinding penahan tanah tipe gravitasi yang dapat menahan gaya guling, gaya geser, dan aman terhadap daya dukung serta memperhatikan drawdown. Analisis drawdown dimodelkan selama 20 jam pada kondisi awal muka air sungai surut menuju banjir lalu kembali pada kondisi semula. Pemodelan stabilitas lereng dilakukan dengan Geostudio Slope/W sedangkan untuk drawdown menggunakan program Geostudio Seep/W. Hasil pehitungan desain gravity wall berdasarkan persyaratan desain perencanaan geoteknik SNI 84602017, diperoleh lebar sebesar 1,9 m dan tinggi sebesar 3,6 m. Analisis pemodelan stabilitas lereng memperoleh nilai safety factor sebesar 2,850 dan stabilitas terhadap drawdown pada kondisi paling kritis sebesar 2,866. Nilai safety factor pada pemodelan drawdown mengalami kenaikan dan penurunan. Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh naik dan turunnya nilai tekanan pasif yang diberikan air terhadap lereng. Kondisi safety factor paling kritis terjadi saat kondisi surut karena masih adanya residu air sungai yang masuk kedalam pori-pori tanah. Hasil pemodelan menunjukan nilai safety factor lebih besar dari nilai minimum safety factor ≥ 1,5, maka hasil desain dinyatakan aman. Kata Kunci Dinding penahan tanah, drawdown, stabilitas lereng. Nurshinta et al., Analisis Stabilitas Dinding…..86-94 87 PENDAHULUAN Sungai Badeng merupakan salah satu sungai utama yang terletak di Kabupaten Banyuwangi. Aliran sungai berasal dari kaki Gunung Raung yang mengalir hingga Kecamatan Rogojampi. Sungai ini memiliki arus yang deras sehingga digunakan sebagai wisata arum jeram oleh warga sekitar. Arus sungai yang deras dan debit sungai yang sering meluap terutama pada musim hujan, menyebabkan rusaknya dinding penahan tanah tepi sungai area Dam Badeng di Kecamatan Songgon, Banyuwangi. Dinding penahan tanah yang rusak mengakibatkan terkikisnya lereng sungai sehingga dapat mengurangi pemanfaatan air sebagai saluran irigasi oleh warga sekitar. Dinding penahan tanah adalah salah satu jenis konstruksi sipil yang dibangun untuk menahan gaya tekanan aktif lateral dan memperbaiki struktur tanah terutama daerah pada lereng Khuzaifah, 2019. Ketika kondisi tanah pada lereng terganggu akibat gempa, air tanah, dan lain-lain dapat menurunkan sifat fisik dan sifat mekanik dari parameter tanah, sehingga akan terjadi kerusakan struktur dan membahayakan jiwa manusia Kalalo dkk, 2017. Untuk meminimalisir kondisi tersebut, desain dinding penahan perlu memperhatikan beberapa kontrol stabilitas, diantaranya yaitu stabilitas daya dukung, stabilitas guling, dan stabilitas geser bangunan. Pada bangunan di area sungai atau bendungan juga perlu memperhatikan kondisi drawdown, dimana kondisi tersebut terjadi saat banjir datang Islami dkk, 2014. Stabilitas dinding penahan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti dimensi dinding penahan tanah yang digunakan sebagai perkuatan lereng, berat isi tanah γ, sudut geser φ, kemiringan permukaan tanah dan tinggi lereng Setiawan, 2011. Rusaknya dinding penahan tanah tepi sungai area Dam Badeng, dapat merugikan warga sekitar aliran sungai. Namun, hingga saat ini belum dilakukan perbaikan terkait masalah tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan desain dinding penahan tanah yang aman terhadap stabilitas geser, guling, daya dukung, serta terhadap drawdown. Pemodelan stabilitas lereng dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan perhitungan manual dan pemodelan dengan program bantu. Perhitungan manual meliputi kontrol stabilitas guling, geser, dan daya dukung bangunan. Sedangkan untuk pemodelan stabilitas overall menggunakan program bantu Geostudio Slope/W dan drawdown menggunakan program bantu Geostudio Seep/W. Geostudio merupakan aplikasi untuk pemodelan geoteknik dan geolingkungan. Aplikasi ini melingkupi Slope/W, Seep/W, Sigma/W, Quake/W, Temp/W, dan Ctran/W yang memiliki sifat terintegritas yang memungkinkan untuk hasil dari produk ke produk lainnya sehingga dapat menambah masalah yang akan dianalisa dan memberikan fleksibilitas untuk memperleh hasil yang dibutuhkan Haryadi dkk, 2018. METODE PENELITIAN Studi Pendahuluan Studi literatur dilakukan pertama kali dengan cara meninjau peraturan-peraturan yang terkait dengan analisis stabilitas lereng dan stabilitas dinding penahan tanah. Kemudian, dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Data primer berupa geometri lereng yang meliputi tinggi lereng dan kemiringan lereng. Data sekunder merupakan data pengujian lapangan berupa tes sondir, dan data laboraturium yang meliputi berat isi tanah γ, sudut geser φ. Data sekunder lainnya adalah berupa tinggi muka air sungai, topografi hasil kajian PU Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan analisis perkuatan lereng sungai Badeng khususnya area dam Badeng, Kecamatan Songgon Banyuwangi. Data tanah berupa data pengujian lapangan menggunakan tes sondir dan data laboraturium. Data laboratorium yang didapatkan hanya pada Nurshinta et al., Analisis Stabilitas Dinding…..86-94 88 kedalaman 3,5 m dan 7 m. Untuk ketelitian pemodelan, maka dilakukan korelasi data sondir pada beberapa sub lapisan tanah kedalaman 1-3 m. Korelasi nilai qc sondir dilakukan untuk memperoleh parameter-parameter tanah yakni γ, c, φ dengan persamaan sebagai berikut Tanuwijaya dkk, 2019. gr/cm3 1 kg/cm2 untuk 0 0, dan h' 1,5, sehingga dapat dikatakan aman. Hasil analisis pemodelan stabilitas dinding penahan tanah pada kondisi banjir diperoleh safety factor sebesar 4,006 Gambar 10a. Sedangkan pada kondisi surut setelah banjir, nilai safety factor yang didapatkan sebesar 2,866 Gambar 10b. a b Gambar 10. Pemodelan lereng dengan perkuatan terhadap drawdown KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan. Stabilitas lereng eksisting pada tepi sungai area Dam Badeng dikategorikan dalam lereng yang labil dengan nilai safety factor sebesar 0,828 <1. Sedangkan nilai safety factor terendah terhadap drawdown sebesar 0,902. Setelah diberikan perkuatan berupa gravity wall, nilai safety factor stabilitas lereng diperoleh sebesar 2,850. Apabila dikontrol terhadap drawdown, nilai safety factor terendah mencapai 2,866. Nurshinta et al., Analisis Stabilitas Dinding…..86-94 94 Dimensi desain dinding penahan tanah tipe gravity wall berdasarkan persyaratan desain perencanaan geoteknik SNI 84602017, memiliki lebar sebesar 1,9 meter dan tinggi sebesar 3,6 meter. Analisis stabilitas dinding penahan tanah dinyatakan aman terhadap gaya guling, gaya geser, dan aman terhadap daya dukung serta memperhatikan drawdown. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih kepada Universitas Jember, Dinas PU Perairan Kabupaten Banyuwangi, dan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Banyuwangi. REFERENSI Badan Standardisasi Nasional, 2017. Persyaratan Perancangan Geoteknik, SNI 8460-2017. Badan Standarisasi Nasional ed. Jakarta. Bowles, J. E., 1997. Foundation Analysis and Design Fifth Edition. McGraw-Hill ed. Singapore. Das, B. M., 2011. Principles of foundation engineering 7th edition. Cengage Learninged. USA. Haryadi, D., Mawardi., Razali, M. R., 2018. Analisis Lereng Terasering Dalam Upaya Penanggulangan Longsor Metode Fellenius Dengan Program Geostudio Slop. Jurnal Inersia. 102 53-60 Islami, Suryo, Rachmansyah, A., 2014. Analisis stabilitas bendungan selorejo akibat rapid drawdown berdasarkan hasil survey electrical resistivity tomography ert. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. 1 3 1-8 Kalalo, M., Ticoh, Mandagi, 2017. Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Sekitar Areal Pt. Trakindo, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Sipil Statik. 55 285-294. Khuzaifah, E., 2019. Studi tentang dinding penahan Retaining Wall. Jurnal Swara Patra. 91 7-18 Nugroho, 2020. Penentuan faktor keamanan stabilitas lereng dengan memodelkan lereng di laboratorium Studi Kasus Ruas Jalan Loji. Jurnal Student Teknik Sipil. 21 87-91 Yu Ku, C., 2013. A Novel Method for Solving Ill-conditioned Systems of Linear Equations with Extreme Physical Property Contrasts. CMES 966 409-434. Setiawan, H., 2011. Perbandingan penggunaan dinding penahan tanah tipe kantilever dan gravitasi dengan variasi ketinggian lereng. Jurnal Infrastruktur. 12 88-95 Subakti, H., 2012. Karakteristik Pasang Surut dan Pola Arus di Muara Sungai Musi,Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains. 151 35-39 Supriyanto, M., 2017. Perencanaan perkuatan dinding penahan pada bantaran sungai konto di kecamatan pujon kabupaten malang. Jurnal eUREKA. 12 1-14 Syarifullah., Fahriani, F. dan Apriyanti, Y., 2018. Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi Dan Tipe Kantilever Pada Graving Dock Di Pt Dok Dan Perkapalan Air Kantung Unit Galangan Selindung Kota Pangkalpinang. Jurnal Fropil. 61 45-51. Tanuwijaya, E., Kawanda, A., Wijaya, H., 2019. Studi korelasi nilai tahanan konus sondir terhadap parameter tanah pada proyek di jakarta barat. Jurnal Mitra Teknik Sipil. 24 169-176 Yadav, Padade, A. H., Dahale, P. P., Meshram, V. M., 2018. Analytical and experimental analysis of retaining wall in tatic and seismic conditions a review. International Journal of Civil Engineering and Technology IJCIET. 92 522–530. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Tanuwijaya Aksan KawandaHendy WijayaTanah adalah salah satu bagian yang memegang peran penting dalam perencanaan konstruksi. Selain bahan konstruksi tanah juga berguna sebagai pendukung yang menahan seluruh beban aksial dari suatu konstruksi. Dengan mengetahui jenis tanah dan parameter-parameter tanah kita dapat merencanakan suatu pondasi bangunan yang aman dan ekonomis. Parameter-parameter tanah dapat diperoleh dari hasil penyelidikan tanah. Salah satu cara penyelidikan tanah dilapangan yaitu dengan uji sondir CPT yang menghasilkan parameter-parameter tanah berupa qc, fs, dan FR. Parameter-parameter Nspt, c, f, gwet, gdry, dan gsat adalah parameter yang berguna dalam perencanaan konstruksi. Parameter-parameter Nspt, c, f, gwet, gdry, dan gsat dapat dihitung menggunakan korelasi yang didapat dengan melakukan regresi pada grafik hubungan qc terhadap Nspt sehingga menghasilkan korelasi untuk qc bernilai antara 0 sampai 20 kg/cm2 adalah Nspt = q­c, antara 20 sampai 90 kg/cm2 adalah Nspt = qc + dan antara 90 sampai 250 kg/cm2 adalah Nspt = qc + review study contemplates the relevant theories to understand response of retaining wall in static and seismic condition. The heavy soil mass is supported by retaining walls in various fields of civil engineering such as hydraulics, irrigation structures, highways, railways, tunnels, mining etc. Evaluation of lateral earth pressure is key factor to design retaining wall. In the static condition, the lateral earth pressure exerted by retained soil mass only. In some cases, the deformation in retaining wall due static loading may be negligibly small; in others it cause significant damage. In earthquake prone area, earthquake can induce large destabilizing force in retaining wall and backfill soil, seismically induced force has greater influence on lateral earth pressure. Earthquakes have caused permanent deformations in retaining wall in many historical earthquake. In some cases, retaining walls have collapsed during earthquake with disastrous physical and economic consequences. Meanwhile, it is very much important to evaluate dynamic earth pressure accurately. This review shows the development of concept to evaluate dynamic lateral earth pressure based on analytical, experimental and numerical method for computation of dynamic lateral earth pressure. The current research brings a comprehensive and categorized review of response of retaining wall system in static condition and dynamic condition. Cheng-Yu KuThis paper proposes a novel method, named the dynamical Jacobianinverse free method DJIFM, with the incorporation of a two-sided equilibrium algorithm for solving ill-conditioned systems of linear equations with extreme physical property contrasts. The DJIFM is based on the construction of a scalar homotopy function for transforming the vector function of linear or nonlinear algebraic equations into a time-dependent scalar function by introducing a fictitious time-like variable. The DJIFM demonstrated great numerical stability for solving linear or nonlinear algebraic equations, particularly for systems involving ill-conditioned Jacobian or poor initial values that cause convergence problems. With the incorporation of a newly developed two-sided equilibrium algorithm, the solution of layered problems with extreme contrasts in the physical property that are typically highly ill-conditioned can be solved. The proposed method was then adopted for the solution of several highly ill-conditioned numerical examples, including the linear Hilbert matrix, linear Vandermonde matrix, layered linear and nonlinear groundwater flow problems. The results revealed that using the DJIFM and the two-sided equilibrium algorithm can improve the convergence and increase the numerical stability for solving layered SyarifullahFerra FahrianiYayuk ApriyantiGraving dock merupakan fasilitas pengedokan kapal yang mempunyai bentuk seperti kolam yang terletak di tepi pantai atau pnelitian ini dilakukan analisis graving dock di di PT Dock dan Perkapalan Air Kantung Unit Galangan Selindung Kota Pangkalpinang. Studi ini bertujuan untuk merencanakan dimensi dinding penahan tanah yang stabil terhadap stabilitas penggeseran, penggulingan, daya dukung tanah serta penurunannya dengan menggunakan tipe gravitasi dan tipe kantilever pada graving dock. Perhitungan menggunakan Teori Rankine dan coulomb serta perhitungan stabilitas terhadap keruntuhan kapasitas dukung tanah dihitung berdasarkan persamaan Hansen dan Vesic berdasarkan data karakteristik keteknikan c dan Ø. Hasil perhitungan untuk dinding gravitasi dari pasangan batu direncanakan tinggi dinding H = 6 m, Lebar alas dinding B1 = 4,2 m, Lebar atas dinding B2 = 0,5 m, Tebal alas pondasi D = 1 m, dan Lebar alas depan dinding B3 = 0,5 m, didapatkan faktor keamanan terhadap geser Fgs = 4,64 ,faktor keamanan terhadap guling Fgl = 4,1 faktor keamanan terhadap keruntuhan daya dukung tanah F = 4,82 dan stablitas terhadap penurunan ∑S = 5,15 mm .Sedangkan dinding kantilever dengan material dinding dari pasangan beton direncanakan tinggi dinding H = 6 m, Lebar alas dinding B1 = 4,2 m, Lebar atas dinding B2 = 0,4 m, Tebal alas pondasi D = 0,6 m, dan Lebar alas depan dinding B3 = 1,4 m, didapatkan stabilitas faktor keamanan terhadap geser Fgs 2,75, faktor keamanan terhadap guling Fgl = 2,53, faktor keamanan terhadap keruntuhan daya dukung tanah F = 4,15dan stablitas terhadap penurunan ∑S = 0,56 mmDimas HaryadiMawardi MawardiMakmun R. RazaliThe Musi Hydroelectric Power Plant area in Kepahiang Regency is a hilly area that has steep slopes that are prone to landslides. One of the landslides that occurred at October 2017 precisely occurred on a highway between Susup Village, Bengkulu Tengah Regency and Ujan Mas District, Kepahiang Regency. This study aims to analyze the slope stability of the terraces using the Fellenius Method. The results of testing the physical properties of the soil indicate that the soil on the slopes of the area of the Musi Hydroelectric Power Plant is clay. The slopes studied in the Musi hydropower area are all prone to landslides because safety factor, FK <1,5. Based on the results of the research on the slopes of the safest type 1 slope the value of the safety factor is the type of slope of the slope trap 3,19o,FK = 1,61 greater than the safety factor value of slope type 2 slope trap 19o, FK = 1,57 and safe slope type safety factor value slope of 19o, FK = and the value of the safety factor of the original slope type of slope 30o, FK =0, stabilitas bendungan selorejo akibat rapid drawdown berdasarkan hasil survey electrical resistivity tomography ertA N A IslamiE A SuryoA RachmansyahIslami, Suryo, Rachmansyah, A., 2014. Analisis stabilitas bendungan selorejo akibat rapid drawdown berdasarkan hasil survey electrical resistivity tomography ert. JurnalAnalisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Sekitar Areal Pt. Trakindo, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa UtaraM KalaloJ H TicohA T MandagiKalalo, M., Ticoh, Mandagi, 2017. Analisis Stabilitas Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Sekitar Areal Pt. Trakindo, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Sipil Statik. 55 tentang dinding penahan Retaining WallE KhuzaifahKhuzaifah, E., 2019. Studi tentang dinding penahan Retaining Wall. Jurnal Swara Patra. 91 7-18 Geobag, merupakan material yang terbuat dari bahan geotextile non woven yang di buat menjadi kantung yang di jahit khusus dengan presisi dan dalamnya diisi pasir atau tanah yang kemudian dijahit dan membentuk bentuk yang mirip dengan sand bag yang digunakan untuk menggantikan bangunan atau batuan yang berfungsi sebagai penahan atau pemecah gelombang air biasanya di gunakan di tepi pantai maupun tepi sungai dan muara selengkapnya harga geobagMaterial ini lebih stabil secara geoteknik dan juga hidrolik karena geobag lebih berat, lebih lebar dan mempunyai perbandingan tinggi yang proporsional dan juga berguna dengan baik sebab tersusun dari kumpulan unit yang yang dimiliki geobag ini adalah mampu meredam gelombang laut, sebagai dinding penahan yang efektif, material yang digunakan untuk pengisian berasal dari pasir sekitar, serta lebih efisien dan efektif. Geobag dapat diaplikasikan pada River Bank Protection, Temporary Jetty, Groyne, Containing Dredged Material, Break water dan lain Lebar1 m & mKetebalan – mm KemasanPer kilogram / Per Roll Tergantung StockPlastik Cor dapat digunakan pada Lantai Kerja Cor JalanLantai Kerja Cor GedungPenutup Barang KonstruksiPenutup Barang IndustriPelapis Cetakan Industri dan lainnya RumahCom – Dalam dunia arsitektur dan konstruksi, ada sebuah istilah yaitu bronjong. Bronjong atau biasa disebut juga sebagai gabion ini merupakan sebuah konstruksi dasar untuk sebuah bangunan atau tanggul. Di area tepi sungai, pasti Anda sering menemukannya. Bahkan bisa jadi rumah yang Anda huni saat ini pun menggunakan gabion. Gabion atau bronjong seperti yang dikutip dari PUPR Kabupaten Soppeng adalah anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng atau galvanis. Anyaman kawat baja ini membentuk sebuah kotak atau balok. Bagian dalamnya diisi dengan batu-batu berukuran besar untuk mencegah erosi. Biasanya dipasang pada area tebing atau tepi sungai yang menjalani pekerjaan normalisasi serta untuk mengatasi gerusan akibat arus sungai. Karena kekuatan kawat baja ini cukup tinggi, maka untuk menganyam dan membentuknya membutuhkan tenaga mesin. Anyaman kawat baja ini dibuat dengan teknik lilitan ganda yang membentuk lubang-lubang berbentuk segi enam. Anyaman ini diikat secara kuat di antara sisi-sisinya sehingga tidak mudah terurai. Ikatan anyaman inilah yang membuat gabion mampu menahan tanah sehingga mencegah longsor atau erosi. Kawat yang digunakan pun memang berbahan baja berlapis galvanis sehingga kawat tidak mudah berkarat. Kalau Anda masih belum akrab dengan istilah gabion, langsung saja simak pembahasannya berikut ini. Apa Itu Gabion? Fungsi dan Manfaat Gabion Keunggulan Gabion Kekurangan Gabion Inspirasi Pemasangan Gabion di Rumah Apa Itu Gabion? Tercatat dalam sejarah bahwa, SM sudah dipakai bangsa Mesir untuk memperkuat tanggul di Sungai Nil. Pada SM Orang Cina membuat tanggul di Sungai Yangtze. Bahkan pada 200 SM orang Romawi sudah membuat Coffer Dam Pata. Belum lagi pada zaman Julius Caesar juga telah membuat kubu militer dengan menggunakan bronjong. Lantaran konstruksinya yang sederhana dan murah, dengan bahan baku sebagian besar ada di lokasi, gabion sering dipakai petani di daerah pedesaan untuk membuat bendung irigasi sederhana. Konstruksi gabion paling banyak dipergunakan untuk bangunan semi permanen, karena sifatnya yang tidak kaku, maka sering digunakan di lokasi yang tanahnya belum stabil seperti bendung irigasi, check dam, bangunan terjun, pelindung tebing sungai maupun saluran irigasi, krib dinding penahan tanah, tembok jembatan darurat, drainase kaki tanggul, pondasi jalan. Setelah melewati waktu yang cukup lama, sampai kondisi tanahnya benar benar sudah stabil, bangunan bronjong dapat ditingkatkan menjadi bangunan permanen setelah melalui kajian teknis yang lebih mendalam. Selain untuk mencegah longsor, gabion dapat ditembus air sehingga ramah lingkungan. Mau punya rumah yang ramah lingkungan ? Cek pilihan rumahnya di Tangerang Selatan dengan harga di bawah Rp700 jutaan di sini! Fungsi dan Manfaat Gabion Fungsi gabion atau bronjong di antaranya adalah melindungi dan memperkuat struktur tanah di sekitar tebing agar tidak terjadi longsor, tepi sungai, dan tepi tanggul. Gabion juga bisa digunakan sebagai pembentuk bendungan untuk meningkatkan volume air sungai. Bagian tepi sungai bisa mengalami erosi akibat arus sungai yang deras dan terus-menerus terjadi. Di sini, bronjong akan berfungsi sebagai penjaga area tepi sungai dari arus sungai sehingga bantaran sungai tidak akan mudah hancur. Gabion digunakan dalam beberapa proyek dan melayani berbagai tujuan. Aplikasi umum dari gabion adalah sebagai berikut seperti yang dilansir dari The Constructor. Struktur penahan seperti dinding penahan Struktur pencegahan korosi misalnya tembok laut, pertahanan tepi sungai, tepian kanal bendungan, bendung, groin dan untuk perlindungan waduk dan tepi danau. Gabion logam silinder digunakan untuk bendungan atau dalam konstruksi pondasi. Digunakan sebagai penghalang kebisingan Gabion juga digunakan sebagai dinding banjir sementara. Ini digunakan untuk mengubah arah kekuatan air banjir di sekitar struktur yang lemah. Tujuan estetika Keunggulan Gabion Pada dasarnya kawat gabion sangat kuat, namun kekuatannya ini bisa juga berkurang karena pengaruh oleh keadaan sekitar. Misalnya saja untuk bronjong yang dipasang di tepi sungai, jika ada sampah-sampah kecil yang masuk ke dalam gabion bersama dengan air sungai, tentu kekuatannya akan berkurang dan akan lebih mudah rusak. Arus sungai yang deras juga bisa mengikis batu-batu pengisi gabion. Cara pemasangan dan pemeliharaan bronjong itu sendiri juga bisa mempengaruhi kekuatannya. Dibandingkan dengan konstruksi penahan lainnya seperti yang terbuat dari beton, bronjong memiliki beberapa keunggulan tersendiri. Apa saja keunggulannya? Daya Tahan Gabion memiliki ketahanan yang sangat tinggi terhadap korosi atmosfer karena lapisan seng yang terikat dengan baik pada kawat dan kemampuannya untuk mendukung pertumbuhan vegetasi. Fleksibilitas Gabion bersifat fleksibel sehingga bisa mengikuti pergerakan tanah yang ada di bawahnya tanpa harus merusak konstruksi dasar. Kekuatan Gabion cukup kuat yaitu mampu menahan gaya banjir, gaya deras, dan tekanan es dan bumi. Tumpukan batu-batu di dalam bronjong ini memungkinkan air untuk mengalir di sela-selanya sehingga tekanan tanah akan berkurang dan mengurangi resiko tanah longsor. Khususnya untuk bangunan yang berada di sekitar tebing. Ekonomis Harga gabion jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan penahan dari beton. Kawatnya mudah didapatkan, begitu juga dengan batu-batu pengisinya. Harga yang ekonomis ini juga dipengaruhi oleh teknik pembuatan dan biaya pengiriman karena bobot kawat sangat ringan dibandingkan dengan beton. Ramah lingkungan Gabion sangat ramah lingkungan karena batu alam yang digunakan sebagai bahan utamanya. Dapat dibuat secara mandiri Keunggulan berikutnya adalah bentuknya yang sederhana bisa dikerjakan tanpa menggunakan mesin berteknologi tinggi, cukup alat-alat pertukangan sederhana seperti tang dan keahlian tangan para tukang. Bobot dari kawatnya pun terbilang ringan sehingga mudah dibawa ke mana saja melalui medan apa pun. Selain itu, kawat yang mudah dibentuk membuatnya lebih mudah diterapkan di mana saja dalam bentuk apa pun. Dibentuk lurus atau melingkar, tidak masalah. Ukurannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Tips gabion yang sederhana bisa dikerjakan tanpa menggunakan mesin berteknologi tinggi, cukup alat-alat pertukangan sederhana seperti tang dan keahlian tangan para tukang. Kekurangan Gabion Tak ada satu hal pun yang sempurna, termasuk gabion atau bronjong. Kekurangan gabion adalah jika menggunakan kawat yang berbahan baja berlapis galvanis, maka gabion tidak cocok untuk digunakan pada area yang memiliki air dengan kadar garam tinggi atau kadar asam tinggi seperti tepi laut. Kekurangan berikutnya adalah konstruksi bronjong yang terkadang harus dibuat di lahan yang berukuran lebar karena jika dibuat dalam ukuran kecil, seringkali gabion tidak bisa berfungsi untuk menahan longsor atau erosi dengan baik. Inspirasi Pemasangan Gabion di Rumah Jika dulu gabion dikenal sebagai pencegah longsor dan erosi, kini kehadiran gabion dimanfaatkan sebagai dekorasi dari bagian bangunan. Bronjong bisa tampil apa adanya atau dimodifikasi. Sebagai modifikasi, gabion bisa saja mengganti batu biasa menjadi batu warna-warni atau memilih batu dengan bentuk yang unik. Kawat gabion pun bisa diganti menggunakan kawat biasa yang terlihat lebih mengkilap atau memiliki warna tertentu. Motif anyaman lubang hexagon pun bisa diganti dengan motif kotak-kotak, segitiga, dan masih banyak lagi. Beberapa dekorasi yang bisa Anda buat dengan menerapkan konsep gabion ini diantaranya adalah pagar atau dinding untuk rumah. Anda bisa juga membuat sebuah partisi berukuran rendah area luar ruangan. Tidak kalah menarik, cobalah membuat satu set meja dan kursi ala gabion dengan bagian atasnya diberi permukaan halus yang nyaman diduduki. Furnitur ini sangat cocok diletakkan di taman karena tahan dari tetesan air hujan dan sinar matahari, berbeda dengan furnitur dari kulit, kayu atau busa yang mudah rusak jika diletakkan di luar ruangan. Properti syariah adalah jenis properti yang sistem transaksinya dijalankan sesuai dengan syariah Islam. Yuk, kenali konsep hunian syariah di video ini Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah Tanya Tanya ambil keputusan dengan percaya diri bersama para pakar kami

penahan air di tepi sungai